CIAMIS, PORTALOKA.ID - CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan taktik tim pelatih setelah Laskar Singacala meraih hasil mengecewakan dalam laga tandang melawan Adhyaksa FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Perombakan komposisi pemain dan eksperimen formasi menjadi sorotan, menyusul permainan tim yang dinilai kehilangan koordinasi dan komunikasi di lapangan.
Tak hanya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan suporter, Herdiat juga menegaskan bahwa kekalahan tersebut harus menjadi peringatan serius bagi jajaran pelatih dan manajemen.
Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak dilakukan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya.
Baca Juga: 2 Siswa Madrasah Ciamis Lolos ke OMI 2026 Tingkat Nasional, Kemenag Sampaikan Apresiasi
“Pertama saya sampaikan mohon maaf pada masyarakat. Tentu kekalahan ini jadi cambuk untuk kita semua,” ujar Herdiat Sunarya.
Herdiat menilai, perubahan komposisi pemain dan penerapan formasi baru seharusnya dipertimbangkan secara matang, bukan justru menjadi eksperimen yang berisiko ketika menghadapi pertandingan penting.
Menurutnya, kekuatan lawan tidak boleh diremehkan, terlebih jika perubahan taktik berpotensi mengganggu keseimbangan permainan tim.
“Jangan anggap enteng lawan hingga berani mencoba posisi dan formasi baru. Sehingga akibatnya koordinasi dan komunikasi antar pemain hampir tidak terlihat sama sekali di lapangan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan PSGC bukan semata-mata hasil akhir pertandingan, tetapi juga menyangkut ketepatan pengambilan keputusan taktis. Ketika pemain tidak ditempatkan pada posisi idealnya, koordinasi tim berisiko terganggu dan skema permainan yang telah dibangun sebelumnya sulit berjalan efektif.
Menjelang laga kandang berikutnya, Herdiat meminta jajaran pelatih tidak menganggap kekalahan ini sebagai hasil buruk biasa. Penentuan daftar pemain, susunan starter, hingga penempatan pemain di lapangan harus menjadi bagian utama evaluasi.
Ia secara khusus menyoroti adanya pemain yang tidak dimainkan pada posisi aslinya. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi jalannya permainan PSGC dalam laga tandang tersebut.
“Ini dijadikan pembelajaran. Terutama evaluasi pada posisi pemain. Karena kemarin kacaunya terjadi lantaran ada pemain yang tidak dimainkan pada posisi aslinya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Marak Lagi Modus Penipuan Kirim File APK Lewat WA, Ini Ciri dan Langkah Pencegahannya
Dana Rp17 Miliar Nasabah BTN Raib, Oknum Sudah Dipenjara tapi Uang Belum Kembali
Tembus Lebih dari 100 Mahasiswa, Dirjen Pendis Kemenag Puji Matrikulasi S2 INU Ciamis, Tekankan Pentingnya Peran Lulusan Magister
Gibran Dilaporkan ke Polisi, Ahmad Khozinudin Sebut Kasus Ini Ujian bagi Kapolri Suyudi
Avenged Sevenfold Kembali Bawakan Dear God di Jakarta, M Shadows Ungkap Rencana Tur ke Kota Lain
Malaysia-Singapura Keluhkan Asap Karhutla, Kepala Bakom RI: Kalau Tak Ada Asap, Kita Kirim Oksigen
PP Muhammadiyah Buka Suara soal Putusan MK Ijazah Gibran, Haedar Nashir Minta Semua Pihak Introspeksi
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi, Perairan Selatan Jawa hingga Bali Terdampak
SAH! Pemerintah Pusat Siapkan Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK Daerah, CPNS 2027 juga Dibuka
2 Siswa Madrasah Ciamis Lolos ke OMI 2026 Tingkat Nasional, Kemenag Sampaikan Apresiasi