Kendati demikian, apabia ada masyarakat yang diduga terdampak, seluruh jajaran SPPG dinilai harus mengedepankan empati dan rasa saling menghormati.
Terkhusus, hal tersebut bukan justru menjadikannya sebagai bahan olok-olok.
Atas hal tersebut, Gagat meminta seluruh jajaran SPPG di wilayahnya, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
"Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat," ungkap Gagat.
"Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat," sambungnya.
Baca Juga: 4 Langkah Cara Mengecek Penerima Bansos PKH 2026 Lewat Situs hingga Aplikasi Kemensos
Fokus ke Pelayanan, Bukan Nyinyiran
Dalam kesempatan yang sama, Gagat menyebut persoalan viral itu menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan SPPG.
“Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP," tegasnya.
Gagat menilai, hal itu juga dengan perkuat pengawasan dalam pelaksanaan program MBG melalui berbagai titik SPPG.
"Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik," terangnya.
Baca Juga: Diduga Ejek Korban Keracunana MBG Karo, Pegawai SPPG Bantul Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
Atas kasus ini, pihak SPPG Banjarharjo II yang merupakan tempat pelaku bekerja juga telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik dan korban atas kelakuan stafnya.
Hingga berita ini terbit, otoritas berwenang masih menyelidiki terkait dugaan kasus olokan pegawai SPPG ke korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara.***
Artikel Terkait
Selebgram Jule Ditangkap Buntut Temuan Vape Etomidate, Sebelumnya Polisi Geruduk Pabrik di Kos Jaksel
Rumah ASN di Cileunyi Bandung Digerebek Polisi, Ditemukan Puluhan Pohon Ganja
Fenomena 'Telur Ceplok' di Gunung Anak Krakatau Pasca Erupsi, Begini Penjelasan Kepala Pos Pantau
Berkat Sundulan King Eze, PSGC Ciamis Bekuk Sumsel United 2-0 di Laga Pegadaian Championship
Kronologi Kasus Aniaya Balita di Palembang, Bermula saat Pengasuh Suapi Korban Sambil Main HP
Dari Alun-Alun Ciamis, Gerakan Gemar Didorong Jadi Budaya Hidup Sehat
Hadiri 36 Tahun HUMANIKA, Qodari Sebut Perjuangan Demokrasi Sejalan dengan Presiden Prabowo
BGN Layangkan Teguran ke Pegawai SPPG Bantul, Buntut Dugaan Konten Olok-olok Korban Keracunan MBG Karo
Moreno Soeprapto Klarifikasi dan Minta Maaf usai Terciduk Video Call saat Rapat DPR
Diduga Ejek Korban Keracunana MBG Karo, Pegawai SPPG Bantul Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf