Bak Berdiri di Tepi Jurang
Nanik bercerita, setiap keputusan yang berkaitan dengan anggaran selalu membuat dirinya cemas.
Baca Juga: Ketika Guru Bersuara: Menagih Keadilan demi Masa Depan Indonesia
"Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan," jelasnya.
Nanik lantas menggambarkan, tanggung jawab tersebut seperti layaknya berdiri pada tepi jurang.
"Menjaga uang besar agar tersalurkan dengan benar seperti berdiri di tebing jurang yang curam. Meleng sedikit bisa terjerembab," ungkapnya.
Tarik Wakilnya Ikut Paraf Anggaran
Dalam situasi lain, Nanik menyebut dirinya tidak pernah menandatangani dokumen terkait anggaran di BGN secara sepihak.
Eks Kepala BGN mengaku, selalu meminta para wakilnya untuk ikut paraf atau menandatangani dokumen penting itu bersama.
"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apa pun saya tidak mau sendiri," terang Nanik.
"Harus 2 wakil kepala ikut paraf, baru saya mau tanda tangan," sambungnya.
Nanik juga mengaku berkali-kali meminta penjelasan sebelum mengambil keputusan.
"Bahkan kalau sekretaris pribadi membawa tumpukan dokumen saya sudah parno duluan dan badan panas dingin, akibatnya saya ambruk," sambungnya.
Baca Juga: Kantin Sekolah Dilibatkan dalam Program MBG? Begini Kata BGN
Artikel Terkait
Mengenal Whistleblowing System di Kementerian PU, Dody Hanggodo Akui Banyak Terima Pengaduan Internal: Absensi hingga Judol
Apakah Gaji PPPK Dibayar oleh Pemerintah Pusat Pakai APBN atau Pemda? Legislator Ini Beri Bocorannya
Satgas PASTI Perkuat Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal, Ini Modus Penipuan yang Marak di Eks Karesidenan Pekalongan
Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala BGN, Sosok Penggantinya Bikin Penasaran
Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan di Palopo, Bermula saat Akdi Demonstrasi di Mapolres Palopo
Selamatkan Generasi Muda, Materi Pencegahan LGBTQ Bakal Diajarkan di Sekolah, Wamenag Beberkan Isinya
MIS Cirajasa Cianjur Peringati Hari Anak Nasional dengan Tema 'Anak Hebat, Indonesia Kuat', Bentuk Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045