Akibat pukulan yang diterima dari pelaku, W mengalami luka serius di bagian kepala dan menyebabkan tempurung kepalanya pecah.
Oleh karena itu, korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Aziz dan melakukan pengobatan jangka panjang.
Baca Juga: Guru Swasta Bukan Beban Yayasan, Mereka Penjaga Masa Depan Bangsa
Pukulan tersebut juga memberi pengaruh pada kondisi fisiknya.
Menurut keterangan dari ibu korban, Chinusha, selain luka di kepala, W juga mengalami kesulitan gerak secara normal pada kakinya.
Chinusha juga mengaku ada kesulitan biaya, terlebih rekomendasi medis untuk pengobatan jangka panjang.
Ia berharap ada iktikad baik dari keluarga pelaku untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Kronologi hingga Penanganan Jalur Hukum
Adapun lokasi pemukulan berada di daerah Jalan KS Tubun pada 15 Mei 2026 saat W sedang bermain di rumah temannya.
Chinusha mengatakan bahwa masalah mulai muncul saat W bermain game bersama pelaku.
Ia menduga bahwa pelaku tersinggung hingga menyimpan dendam karena kalah saat bermain game.
“Pelaku marah karena merasa tersentuh anak saya saat main. Sejak itu dia jadi sering ngajak berkelahi, tapi anak saya tidak pernah meladeni karena mereka berteman,” terang Chinusha.
Sementara kasus ini ditangani oleh PPA Polres Singkawang dan terjerat dalam 3 Undang-Undang, yaitu UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), UU Perlindungan Anak, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Artikel Terkait
16.138 PNS Kemenag Formasi 2024 Resmi Dilantik, Menteri Agama Ingatkan soal ISTIQAMAH
Data Nasabah BCA Diduga Bocor di Dark Web, Picu Risiko Penipuan Digital bagi Pengguna Mobile Banking
Refleksi SIAGA 2026: Guru Tak Pergi, Mereka Sedang Memperjuangkan Haknya
Dari Bawean untuk Indonesia: Harapan Kecil yang Menggema dalam Perjuangan SIAGA 2026
WNI Relawan GSF Bongkar Perilaku Keji Militer Israel, dari Menahan Badan Pakai Kepala hingga Diikat Sangat Kencang
3 Kuliner Khas Jawa Barat yang Bisa Dibuat Pakai Daging Kurban, Rekomendasi untuk Sajian Idul Adha
10 Provinsi Indonesia Tujuan Favorit Wisatawan Nusantara 2026, Juaranya Bukan Bali!
Ayah Tiri di Surabaya Diduga Rudapaksa 2 Anak Perempuan Kembar, Salah Satu Korban Sudah Hamil 5 Bulan, Polisi Beberkan Kronologinya
Update Dugaan Skandal Pemalsuan Dokumen di Kasus Ekspor SDA: Menkeu Purbaya Kini Kantongi 10 Perusahaan Sawit
Resep Sambal Ikan Kembung, Hidangan Sederhana Bikin Boros Nasi, Asam dan Segarnya Nikmat Banget