Selasa, 30 Juni 2026

Pemandu Bagikan Momen saat Letusan Gunung Dukono, Ngaku Targetkan Foto Erupsi hingga Percikan Lahar

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 18:28 WIB
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi.  (Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi. (Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)

Baca Juga: Imigrasi Yogyakarta Gagalkan 3 WNI yang Diduga Jemaah Calon Haji Ilegal, Terungkap saat akan Terbang dari Bandara YIA

Setelah itu, Djangu menyebut dirinya sempat meminta izin untuk menerbangkan drone namun ternyata tidak dapat terjangkau dari 4 km.

Momen Wisatawan Lari Berhamburan

Saat insiden terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.40 WIT, Djangu menuturkan, dari arah utara dari kejauhan terlihat ada pendaki yang sudah mendekati bibir kawah Gunung Dukono.

"Ada seorang wanita berkaos putih lengan panjang terpantau sedang berlari diikuti sebuah drone yang terbang di atas," terang Djangu.

"Sekelompok pria yang sedang memonitor drone itu, diduga mereka adalah konten creator," sambungnya.

Dari hasil pantauan itu, Djangu akhirnya memutuskan turun menjauh ke tempat yang lebih aman.

"Saat sedang berjalan tiba-tiba pada pukul 7.42 terjadi dentuman disertai dengan asap hitam, percikan lahar cair, batu dan dan disertai gelombang supersonik," jelasnya.

Baca Juga: Lakukan Investigasi, Kemenkes Ungkap Kronologi Kematian dr Myta Aprilia Azmy

Sempat Rekam Letusan Gunung Dukono

Djangu saat itu mengaku sempat mengambil momen letusan Gunung Dukono hingga akhirnya tersebar dan viral di media sosial.

"Moment itu kami abadikan sambil memperhatikan arah angin dan material vulkanik," terangnya.

"Dalam pikiran saya, mereka yang baru saja tiba di bibir kawah mungkin tidak ada yang selamat, namun kuasa Tuhan itu berlaku, terdengar kabar dari anak saya bahwa banyak yang selamat," imbuh Djangu.

Atas peristiwa tersebut, Djangu mengingatkan terhadap para pendaki agar jangan mengambil keputusan sebelum melakukan pengamatan yang matang.

"Gunung api itu berbahaya, tetap waspada," tutupnya.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X