Kamis, 13 Agustus 2026

Berkat Transformasi Danantara, Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun di Semester I 2026

Photo Author
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) mengungkapkan laba pupuk naik secara signifikan sepanjang tahun 2026. (Pupuk Indonesia)
PT Pupuk Indonesia (Persero) mengungkapkan laba pupuk naik secara signifikan sepanjang tahun 2026. (Pupuk Indonesia)

PORTALOKA.ID-- Program transformasi di bawah komando Danantara berhasil mendongkrak laba pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero) secara signifikan sepanjang tahun 2026.

Capaian kinerja yang baik ini merupakan hasil dari penerapan operational excellence dan cost leadership yang disiplin.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026 Pupuk Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51 persen dengan peningkatan EBITDA sebesar 140 persen menjadi Rp14,28 triliun, seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional yang sejalan dengan upaya transformasi dan bisnis perusahaan.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Petani, Pemerintah Pangkas Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen di Tengah Krisis Pupuk Global

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan bahwa efisiensi operasional dan disiplin biaya yang dijalankan perusahaan secara konsisten sesuai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan atau tanpa momentum siklus harga komoditas.

“Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Rahmad.

Rahmad menjelaskan bahwa transformasi memperkuat daya tahan bisnis Pupuk Indonesia melalui strategi yang memastikan kinerja perusahaan tetap adaptif dan berkelanjutan, meski di tengah dinamika ekonomi global.

Perusahaan menerapkan diversifikasi sumber pendapatan dengan memperkuat kontribusi segmen non-subsidi dan produk non-pupuk, serta memperluas sumber pasokan dan skema kontrak bahan baku untuk meredam dampak volatilitas harga komoditas global terhadap struktur biaya.

Baca Juga: Indonesia Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, PM Albanese Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo

Selain itu, selama beberapa tahun terakhir, Pupuk Indonesia terus melakukan upaya transformasi bisnis secara menyeluruh melalui operational dan digital excellence, penguatan holding business streamlining, hingga distribusi public service obligation serta penguatan komersial.

Dari sisi tata kelola transformasi perusahaan didukung oleh penerbitan Peraturan Presiden Nomor 113 tahun 2025 yang menjadi titik balik efisiensi operasional perusahaan.

Seiring dengan agenda transformasi, perusahaan juga berkomitmen melakukan peremajaan atau revitalisasi 7 pabrik dalam 5 tahun ke depan sejalan dengan arahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN agar lebih produktif dan bernilai tambah.

Tak hanya itu, dalam beberapa tahun ke depan Pupuk Indonesia juga menyiapkan sejumlah langkah strategis pengembangan, di antaranya ekspansi dan diversifikasi portofolio produk seperti pengembangan metanol dan turunannya; pengembangan bisnis clean ammonia; pengembangan bisnis industrial support, dan sebagainya.

Halaman:

Editor: Lilisnawati Portaloka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X