Sabtu, 18 Juli 2026

Pemerintah Turunkan Harga Pupuk 20 Persen, Petani Jonggol Bahagia

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 26 November 2025 | 16:52 WIB
Harga pupuk turun 20 persen (Istimewa)
Harga pupuk turun 20 persen (Istimewa)

PORTALOKA.ID - Kelompok petani menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

Kebijakan ini dianggap sangat membantu dan para petani berharap harga pupuk tidak kembali naik.

Uki, petani asal Kampung DampyaK, Desa Balai Kambang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, mengaku senang dengan penurunan harga pupuk.

“Kalau para petani sangat senang sekali. Apalagi sekarang harga padi kan HET-nya sudah bagus. Kami mohon kepada Bapak Presiden, masalah pupuk jangan dinaikkan lagi, malah kalau bisa diperbanyak,” kata Uki saat menebus pupuk di salah satu kios di kawasan Jonggol, Bogor, Selasa, 25 November 2025.

Baca Juga: BRI Terus Edukasi Nasabah Pentingnya Menjaga Kerahasiaan Data Transaksi Perbankan untuk Cegah Kejahatan Siber

Pemerintah juga telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Kebijakan ini berlaku menyeluruh, tidak hanya untuk Perum Bulog, tetapi juga bagi seluruh pelaku usaha penggilingan padi.

“Alhamdulillah sangat membantu. Kepada Bapak Presiden Pak Prabowo, saya berterima kasih karena harga pupuk sudah diturunin. Dulu harga pupuk dan harga padi itu hampir seimbang. Kalau sekarang pupuk murah, turun 20 persen, sementara harga padi tinggi. Jadi ada kelebihanlah untuk petani,” ujarnya.

Selain lebih murah, kata Uki, stok pupuk bersubsidi juga kini melimpah. Petani tidak lagi khawatir kehabisan selama mereka terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Baca Juga: Bikin Terharu! Momen Bupati Klaten Hamenang Nangis Peluk Gurunya saat Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Alun-alun: Minta Doa Restu Ya Pak Gimo

Cukup membawa KTP ke kios, petani bisa mendapatkan pupuk sesuai jumlah yang telah ditetapkan.

“Penebusan sekarang sangat mudah. Pupuknya banyak, tidak seperti dulu. Sekarang cukup bawa KTP, di situ sudah tertera. Asalkan tercantum di Simluhtan (Sistem Manajemen Informasi Penyuluhan Pertanian),” kata Uki lagi.

Koyum, pemilik kios pupuk Berkah Tani di kawasan Jonggol, Bogor mengakui bahwa penurunan harga pupuk berdampak pada peningkatan penebusan pupuk bersubsidi oleh petani.

Menurutnya, hingga saat ini sudah 70 persen dari total stok kiosnya terserap.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X