Sabtu, 18 Juli 2026

Longsor Ciamis Hari Ini: Tebing 7 Meter Ambrol di Baregbeg, Warga Gotong Royong Selamatkan Akses Jalan Perbatasan

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Senin, 23 Februari 2026 | 21:35 WIB
Tebing setinggi 7 meter di Desa Karangampel, Baregbeg, Ciamis ambrol menutup badan jalan (Portaloka.id/Bang Sufi)
Tebing setinggi 7 meter di Desa Karangampel, Baregbeg, Ciamis ambrol menutup badan jalan (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Hujan deras yang turun tanpa jeda pada Minggu sore ,23 Februari 2026 seakan membawa kecemasan yang merayap perlahan ke Dusun Kaler, Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Sekitar pukul 16.00 WIB, sebuah tebing setinggi kurang lebih tujuh meter tiba-tiba ambrol. Tanah dan lumpur meluncur deras, menutup sebagian badan jalan kabupaten yang menjadi penghubung perbatasan Baregbeg–Sukadana.

Jalan itu bukan sekadar jalur biasa. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan aktivitas warga Desa Karangampel dengan Desa Salakarya, Kecamatan Sukadana.

Ketika longsor terjadi, akses itu mendadak berubah menjadi jalur licin penuh lumpur, membuat kendaraan yang melintas harus memperlambat laju, bahkan sebagian memilih berhenti.

Baca Juga: Jejak Kecil di Bulan Suci: Cara MIS Sitularang Ciamis Menanamkan Iman dan Akhlak Sejak Dini

Kepala Desa Karangampel, Asep Yudi Ruhyana, masih mengingat betul suasana setelah longsor terjadi.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut membuat tanah kehilangan kekuatannya.

“Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah menjadi labil. Tebing setinggi sekitar tujuh meter akhirnya longsor dan materialnya menutup sebagian badan jalan. Jalan menjadi licin dan berbahaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin, 23 Februari 2026.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor ini sempat mengganggu mobilitas warga. Namun, sebelum alat berat dan petugas datang, warga lebih dulu bergerak. Dengan cangkul, sekop, dan alat seadanya, mereka bergotong royong membersihkan lumpur yang menutup jalan.

Baca Juga: Garitan Kalongliud: Model Pertanian Sirkular Terpadu ANTAM untuk Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Desa

Tak ada komando panjang. Tak ada aba-aba resmi. Yang ada hanya kesadaran bersama bahwa jalan itu harus diselamatkan.

“Kami bersama warga langsung membersihkan material longsor agar jalan tetap bisa dilalui. Kondisinya sangat licin, jadi semua harus ekstra hati-hati. Alhamdulillah tidak ada korban,” kata Asep.

Warga membersihkan tanah sisa longsoran di jalan penghubung Baregbeg-Sukadana. (Portaloka.id/Bang Sufi)

Suasana gotong royong itu kemudian diperkuat oleh kehadiran berbagai unsur. Aparat kecamatan, dinas terkait, petugas pemadam kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Karang Taruna turut membantu mempercepat proses pembersihan dan mengatur lalu lintas.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X