Sabtu, 18 Juli 2026

15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab Angkatan 4, Kemenag: Untuk Ukur Capaian Pembelajaran Peserta

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 22 Februari 2026 | 10:05 WIB
Dirjen Pendis Kemenag, Amien Suyitno sebut UP PPG untuk mengukur capaian pembelajaran peserta (Kemenag)
Dirjen Pendis Kemenag, Amien Suyitno sebut UP PPG untuk mengukur capaian pembelajaran peserta (Kemenag)

PORTALOKA.ID - Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan program yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan kependidikan menjadi guru profesional.

PPG diikuti oleh para guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Pun bagi guru binaan Kementerian Agama (Kemenag). Mereka harus ikut PPG untuk mendapatkan sertifikat pendidikan profesional.

Kekinian, sebanyak 15.160 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti Uji Pengetahuan (UP) PPG Dalam Jabatan (Dljab) angkatan 4.

Baca Juga: Kemenag Buka Suara soal Kebijakan Zakat untuk MBG, Begini Faktanya

Ujian tersebut berlangsung selama dua hari, pada 21–22 Februari 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa (UKM) PPG yang diikuti 98.036 Guru Kementerian Agama dari berbagai bidang studi dan dilaksanakan melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)  di seluruh Indonesia dengan dukungan ribuan pengawas.

UP PPG menjadi tahapan akhir dalam proses pendidikan profesi guru yang dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta memenuhi standar kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Bagi guru PAI, tahapan ini memiliki makna strategis karena berkaitan langsung dengan tanggung jawab pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: DPR Minta Kemenag Angkat Guru Madrasah Swasta jadi PPPK Tahun Ini

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Amien Suyitno menyampaikan bahwa UP PPG merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu yang dirancang secara komprehensif.

“Uji pengetahuan ini menjadi instrumen objektif untuk mengukur capaian pembelajaran peserta PPG. Kami memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis sistem. Integritas menjadi prinsip utama agar hasilnya benar-benar mencerminkan kompetensi,” katanya.

Amien menambahkan bahwa reformasi pendidikan Islam tidak cukup hanya melalui pembaruan kurikulum, tetapi harus dimulai dari penguatan kualitas guru sebagai aktor utama proses pendidikan.

“Transformasi pendidikan dimulai dari ruang kelas, dan ruang kelas ditentukan oleh kualitas gurunya. Jika kita ingin pendidikan agama yang kuat, maka kita harus memastikan gurunya kuat terlebih dahulu—baik secara akademik, pedagogik, maupun moral,” ujarnya.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X