Rabu, 8 Juli 2026

Bupati Ciamis Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tekankan Kerukunan dan Sinergi Bangsa

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 14:23 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya jadi inspektur upacara HAB ke-80 Kemenag (Ist)
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya jadi inspektur upacara HAB ke-80 Kemenag (Ist)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026.

Upacara berlangsung khidmat di Halaman MAN 2 Ciamis, Sabtu, 3 Januari 2026.

Upacara tersebut diikuti oleh para Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, serta Kepala RA se-Kecamatan Baregbeg, Ciamis, dan Sadananya.

Peringatan HAB Kemenag tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Baca Juga: Melalui Tenun Modern dan Pameran BRI, Kriti by Lusy Jajaki Potensi Wastra Nusantara di Pasar Mancanegara

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat membacakan sambutan Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Ia menegaskan bahwa tema HAB ke-80 bukan sekadar slogan, melainkan pesan penting tentang makna kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kerukunan bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi energi kebangsaan. Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa secara historis, kehadiran Kementerian Agama bukan semata-mata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk.

Baca Juga: Berikan Keadilan untuk Lembaga Pendidikan Swasta: Negara Tidak Dapat Bekerja Sendiri dalam Menanggulangi Pendidikan di Indonesia

“Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini,” kata Herdiat.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa perjalanan 80 tahun Kementerian Agama menegaskan perannya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.

Seiring perkembangan zaman, peran tersebut semakin luas dan krusial, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.

Bupati Herdiat juga menyoroti tantangan era digital. Menurutnya, jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka saat ini ASN Kementerian Agama dituntut mampu mewarnai perkembangan teknologi dan digitalisasi dengan nilai-nilai keagamaan yang valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X