Menurut Abah Kalong Hideung, pewaris Pantun Bogor, Hanjuang Bodas turut moksa bersama Hyang Prabu Siliwangi.
Ia tak musnah, tak pula berpindah. Konon, ia masih berkelana di sekitar Bogor, ngalanglang jagat sebagai kenangan abadi. Sebuah penanda rindu bagi generasi Sunda yang masih menyimpan Nyunda Jati Majapajaran dalam dirinya.
Baca Juga: Wisata Sejarah Kabupaten Ciamis, Jejak Peradaban Galuh yang Tetap Lestari
Kisah ini dirangkum dari berbagai sumber, tentu saja bukan sekadar cerita usang, tapi ini adalah cermin tentang kesetiaan dan kekeliruan manusia.
Ini juga renungan tentang bagaimana sebuah simbol bisa hidup melampaui wujudnya. Wallahu 'alam.***
Catatan:
Apabila dalam tulisan ini ada yang kurang tepat, boleh menanggapi dengan cara kirim artikel ke redaksi: redaksiportaloka.id@gmail.com, dengan subjek: Kronik Budaya Nusantara.