pendidikan

5,5 Juta Buku Siap Didistribusikan ke Ribuan Sekolah, Mendikdasmen Beberkan Kriteria Penerima

Senin, 3 Agustus 2026 | 12:37 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti sebut distribusi buku bacaan untuk memperkuat literasi anak (Dinas Pendidikan Kepulauan Riau)

Baca Juga: Konser Volume 4 Bahana Jagat Swara Sukses Pukau Penonton dengan Penampilan Talenta Muda Berbakat Ciamis

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif, seperti penyediaan buku bacaan berhuruf braille maupun sumber belajar berbentuk audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.

"Upaya ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional," ujarnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, memastikan bahwa buku-buku yang dibagikan dapat digunakan secara maksimal oleh guru, kepala sekolah, dan murid. Sebab, setiap paket buku yang dikirimkan ke sekolah, dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan.

"Di dalam buku-buku yang dikirimkan, sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan buku tersebut, sehingga diharapkan nanti akan mempermudah para guru, kepala sekolah, dan murid untuk memanfaatkan buku-buku tersebut," katanya.

Baca Juga: Panggilan-panggilan! Pemilik Nama Agus Gratis Masuk Umbul Brintik Klaten, Program HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Cek Syarat dan Ketentuannya di Sini!

Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Hafidz berharap makin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan bermutu sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap memajukan bangsa.

"Langkah kita bersama ini menjadi pendorong agar buku bacaan bermutu yang didistribusikan bermanfaat dengan maksimal. Semoga yang kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid yang cerdas, kritis, dan berkarakter guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Hingga 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak Indonesia.

Upaya tersebut juga didukung hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 yang menunjukkan sekolah penerima bantuan buku mengalami peningkatan capaian literasi lebih baik dibandingkan sekolah pembanding.***

Halaman:

Tags

Terkini