“Pengennya pinter dan cucu saya jadi orang baik. Tidak terlantar. Saya sudah tua. Nani sewaktu-waktu dipanggil yang maha Kuasa, nitip cucu saya Julio. Baik-baik di sana. Jadi orang yang baik,” harap sang Nenek lirih.
Di tengah keterbatasan dan usia yang kian menua, doa itu terus ia panjatkan.
“Matur nuwun Pak Prabowo. Putu kulo pun sekolah teng Sekolah Rakyat. Matur sembah nuhun. Kadose pinter, dados tiang sing genah. (Terima kasih Pak Prabowo, cucu saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Semoga cucu saya jadi orang yang hidupnya baik),” ujar Welas.
Bagi Julio dan Sang Nenek, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi titik balik yang menyelamatkan arah hidup sang cucu.***