PORTALOKA.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menghentikan sementera (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SPPG yang disuspend oleh BGN tersebar di sejumlah daerah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
BGN berasalan, langkah tersebut diambil untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai standar kualitas dan keamanan pangan.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Doni Dewantoro, melaporkan bahwa hingga saat ini jumlah SPPG yang disuspend di Wilayah II (Pulau Jawa) telah mencapai 362 unit.
Baca Juga: Siap-Siap! BGN Bakal Tertibkan Dapur SPPG Jelek: Dari Mark Up Harga hingga Monopoli Suplier
Dalam laporan periode 6 hingga 10 April 2026, terdapat tambahan 41 SPPG yang dikenakan sanksi penghentian sementara.
"Sampai hari ini, SPPG di Wilayah II yang disuspend berjumlah 362 SPPG. Laporan minggu ini, tanggal 6 -10 April, SPPG yang disuspend sebanyak 41 SPPG. Penindakan ini merupakan bagian dari komitmen BGN dalam menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta tata kelola operasional di lapangan," ujar Doni, Sabtu, 11 April 2026.
Penyebab SPPG Disuspend
Dari rincian laporan, pada Senin (6/4) terdapat 9 SPPG yang disuspend dengan berbagai temuan, seperti tidak adanya pengawas gizi dan keuangan di Bogor, menu yang tidak layak di Brebes, serta sejumlah dapur di Jawa Timur yang masih dalam tahap renovasi.
Baca Juga: Hasil Akhir Seleksi PPPK KemenHAM Diumumkan, Cek Daftar Nama Peserta yang Lulus jadi ASN
Tidak ada penambahan kasus pada Selasa (7/4). Namun pada Rabu (8/4), jumlah penindakan meningkat menjadi 15 SPPG di berbagai daerah.
Selain faktor renovasi, ditemukan pula dugaan kejadian menonjol (KM) berupa gangguan pencernaan di Cimahi, persoalan manajemen organisasi di Kendal, serta ketiadaan pengawas gizi di Purworejo.
Selanjutnya pada Kamis (9/4), sebanyak 14 SPPG kembali disuspend. Permasalahan yang ditemukan meliputi aspek sumber daya manusia (SDM) di Jakarta Selatan, serta dugaan gangguan pencernaan di Bogor, Tasikmalaya, dan Bantul, di samping renovasi yang masih mendominasi.
Kemudian, pada Jumat (10/4), terdapat 3 SPPG yang ditindak, dengan temuan berupa renovasi yang belum selesai, dugaan gangguan pencernaan di Mojokerto, serta menu tidak layak di Sampang.
Artikel Terkait
TNI AL Gandeng FKS Group Gelar Pelatihan Olahan Hasil Laut dan Kedelai untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat Pesisir
1,5 Tahun Kerja, Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Setara 10 Persen APBN
Satgas PKH Berhasil Amankan Rp11,42 Triliun dari Penertiban Perkebunan dan Tambang Ilegal
Dugaan Pungli Terhadap Guru PAI oleh Oknum Kemenag Bogor: Hasil Audit Intjen Temukan Rp342 Juta
Momen Mencekam Wisatawan Terjebak di Curug Gomblang Banyumas, Air Terjun Tiba-tiba Mengalir Deras
Miris, Tidak Punya Ruang Kelas, Siswa SD di Manggarai Barat Belajar di Bawah Pohon
Kronologi Video Viral Wanita Injak Al Quran, Diduga Ini Pemicunya
Fakta Video Ibu Histeris Peluk Ban Mobil MBG di Indramayu, Sempat Diduga Menabrak Balita
ABKIN Gelar Seminar Nasional dan Halal Bi Halal Bertema Revitalisasi Harmoni Keluarga
Hasil Akhir Seleksi PPPK KemenHAM Diumumkan, Cek Daftar Nama Peserta yang Lulus jadi ASN