PORTALOKA.ID - Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) hari pertama telah digelar.
Kementerian Agama (Kemenag) mengintegrasikan TKA dengan Asesmen Nasional (AN).
Sebanyak 1,7 siswa MI, MTs dan santri dari pondok pesantren seluruh Indonesia mengikuti TKA dan AN.
Dilansir dari laman resmi Kemenag, TKA dan AN dimulai pada 6 – 16 April 2026 untuk jenjang MTs, dilanjutkan 20 – 30 April 2026 untuk jenjang MI.
Kegiatan ini terbagi dalam lima gelombang, 10 hari, dan 20 sesi, menjadikannya salah satu asesmen pendidikan terbesar di pendidikan Islam.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Amien Suyitno, menegaskan bahwa integrasi AN dan TKA bukan sekadar penyederhanaan kebijakan, melainkan transformasi mendasar dalam sistem evaluasi pendidikan.
“Ini bukan sekadar asesmen. Kita sedang membangun sistem evaluasi berbasis data yang mampu membaca kualitas pendidikan secara utuh—baik pada level sistem maupun capaian individu murid,” tegasnya di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, AN berfungsi sebagai alat diagnosis mutu pendidikan nasional, sementara TKA memberikan potret detail capaian akademik murid.
Baca Juga: TOP 10 Kampus Negeri Terfavorit dengan Pendaftar SNBP 2026 Terbanyak, Juaranya Bukan UI
Kombinasi keduanya akan menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan adaptif.
Partisipasi Peserta
Data Ditjen Pendidikan Islam menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi di lingkungan madrasah.
Pada jenjang MI, sebanyak 25.628 dari 26.178 lembaga (97,9%) telah mendaftar, dengan 659.567 murid (99,01%) yang akan mengikuti TKA dari total 666.182 siswa.