Kegiatan diawali dengan proses pembuatan mini rocket stove yang melibatkan Ketua RT 01, Ketua RW setempat, serta dukungan dari Kepala Desa (Kuwu) Muktisari.
Setelah proses pembangunan selesai, mahasiswi KKN kemudian menggelar sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman tentang dampak pembakaran sampah secara terbuka, seperti pencemaran udara dan potensi gangguan kesehatan.
Masyarakat juga diajak memahami bahwa sampah organik sebenarnya masih dapat dimanfaatkan secara lebih bijak, salah satunya sebagai sumber energi melalui alat pembakaran sederhana.
Antusiasme warga terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak warga yang tertarik mempelajari cara kerja mini rocket stove serta mencoba langsung proses pembakarannya.
Saat dilakukan uji coba, alat tersebut mampu menghasilkan api yang cukup kuat dengan bahan bakar yang relatif sedikit.
Ranting dan daun kering yang sebelumnya hanya dibuang kini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif dalam proses pembakaran.
Dari sisi lingkungan, penggunaan mini rocket stove membantu mengurangi volume sampah organik kering yang menumpuk di sekitar rumah.
Proses pembakaran yang lebih terkontrol juga menghasilkan asap lebih sedikit sehingga tidak terlalu mengganggu lingkungan sekitar.
Baca Juga: 10 Persen Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Menkes: Pola Asuh Berperan Penting
Selain manfaat lingkungan, program ini juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses pembuatan alat menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Kini, RT 01 Blok Karangsari menjadi contoh kecil bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.