PORTALOKA.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Ngrayun, Ponorogo buka suara mengenai temuan belatung di bandeng presto yang dibagikan.
Belum lama ini beredar video tentang bandeng presto dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk salah satu SMA di Ngrayun, Ponorogo yang terdapat belatung hidup.
Dalam pernyataannya, pihak SPPG meminta maaf dan mengakui bahwa kejadian tersebut murni kesalahan dari pihak dapurnya sendiri.
Beli Bandeng Presto dari Supplier dan Dikemas di Dapur SPPG
Pihak SPPG Cahaya Ngrayun mengungkapkan bahwa bandeng presto tidak diproduksi di dapurnya sendiri.
Pasalnya, ada pihak supplier yang bekerja sama, sedangkan proses pengemasan dilakukan dengan vakum di dapur.
“Kami membeli bandeng presto dari supplier dan packing dengan vakum di dapur,” ungkap pihak SPPG dalam keterangan resminya pada Sabtu, 7 Maret 2026.
“Menu adalah bandeng presto tulang lunak, sehingga memang tekstur lembek dan berbau amis khas bandeng,” imbuhnya.
Klaim Pengemasan Sudah Sesuai Standar
Lebih lanjut, pihak SPPG juga mengklaim bahwa selama proses pengemasan sudah dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku.
“Saat packing dan distribusi telah dilaksanakan sesuai standar keamanan pangan dengan mengenakan APD lengkap,” terangnya.
Janji Bakal Beri Pengganti Menu
Artikel Terkait
Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Agar Adil dalam Melihat Kebijakan Pemerintah
IFG Bersama BP BUMN Perkuat Tata Kelola TJSL melalui Three Lines Model
28 Santri Dilaporkan Alami Keracunan usai Diduga Santap Telur Asin MBG saat Bukber di Ponpes Sholawat Darut Taubah Jombang
Pesantren Miftahul Munawwaroh Panyingkiran Ciamis Gelar Workshop Wirausaha Santri Mandiri Berbahan Baku Pohon Kelapa
2.065 PPPK Paruh Waktu Aceh Barat Daya Terima SK Pengangkatan Senin Besok, 8 Orang Gagal Dilantik
Mantap! Pemkab Kubu Raya Berikan THR untuk PPPK Paruh Waktu, Sebegini Besarannya
Kasad Maruli Serahkan Bantuan Rumah ke Keluarga Prajurit Gugur sebagai Simbol Cinta Atas Pengabdian untuk Negara
Pertama Kali Bertemu di Rumah Duka, Chua Kotak Bagikan Cerita soal Keramahan Keluarga Vidi Aldiano saat Menyambut Pelayat
Hadiri Sarasehan Ekonomi Islam di Surabaya, Aktivis Pendidikan Madrasah: Kemiskinan Kikis Keimanan
Roti MBG Dikerubungi Belatung Hidup di Pecangaan Jepara, Orang Tua Siswa Ungkap Guru Langsung Komplain ke SPPG