Sabtu, 18 Juli 2026

Warga Purwodadi Ini Sempat Viralkan Menu MBG, Sebut Kritik Bukan untuk Menghujat tapi Demi Perbaikan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 9 Maret 2026 | 07:07 WIB
Warga Purwodadi mengkritik pelaksanaan MBG agar berbenah. (Instagram/tailormbak)
Warga Purwodadi mengkritik pelaksanaan MBG agar berbenah. (Instagram/tailormbak)

PORTALOKA.ID - Menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tengah jadi sorotan.

Berbagai video viral di media sosial bermunculan dengan beberapa keluhan yang dilayangkan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pasalnya, dalam pelaksanaan MBG, orang tua siswa mengeluhkan menu yang diberikan karena dianggap tak sesuai dengan harga aturan per porsi hingga kandungan gizi.

MBG Dikritik agar Ada Perbaikan

Seorang warga asal Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah mengungkapkan bahwa dirinya sering mengkritisi MBG karena berharap ada perbaikan.

Baca Juga: Viral Belatung di Bandeng Presto MBG meski Makanan Divakum, SPPG di Ponorogo Janji Bakal Beri Pengganti

“MBG itu memang wajib dikritik, bukan aku tidak bersyukur, tapi supaya terjadi pembenahan,” ujarnya melalui akun Instagram @tailormbak, dikutip pada Minggu, 8 Maret 2026.

Menurutnya, kritik bukan berarti bahwa membenci program yang dilaksanakan, tapi bertujuan agar pelaksanaan jadi lebih baik.

“Kritik itu bukan maksud menghujat, tapi supaya terjadi perbaikan. Sekarang gini, kalau yang di sekolah sana isi MBG bagus tapi kok anakku yang sekolah di sini nggak bagus, ya jelas protes. Harusnya bisa disamakan, kan?” paparnya.

Tunjukkan MBG yang Lebih Baik Usai Beri Kritikan

Ia lantas menunjukkan MBG yang didapat usai terus-terusan memberikan kritikan kepada pelakasana.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan Ekonomi Islam di Surabaya, Aktivis Pendidikan Madrasah: Kemiskinan Kikis Keimanan

“Ini sekarang ada roti tawar, ini mungkin roti pisang. Terus ada es kluwut, ada susu full cream. Ini yang kemarin protes aku protes soal susu, ini bukan minta ganti susu rasa, bukan terus-terusan tapi sesekali,” terangnya.

“Memang lebih bagus susu full cream, tapi biar nggak bosan jadi sesekali diganti. Ini usul, bukan berarti ngatur. Usul bisa diterima, bisa tidak,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X