Sabtu, 18 Juli 2026

Bagaimana Sikap Indonesia Terkait Konflik Iran vs Israel? Ini Kata Kementerian Luar Negeri

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 08:46 WIB
Pemerintah tegaskan netralitas terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah (Ist)
Pemerintah tegaskan netralitas terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah (Ist)

PORTALOKA.ID - Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran masih berlangsung.

Serangan demi serangan masih terjadi dan menghancurkan berbagai fasilitas baik Iran maupun Israel.

Sejumlah negara pun telah menyatakan sikap atas konflik yang tengah berlangsung.

Lalu, bagaimana sikap Indonesia dalam menyikapi konflik yang terjadi di Timur Tengah?

Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Perlindungan untuk Pemulangan Jemaah Umrah

Indonesia menegaskan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta bersikap netral dalam menyikapi eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

Posisi tersebut diambil tidak hanya sebagai wujud pelaksanaan amanat konstitusi, tetapi juga agar Indonesia dapat berperan secara aktif dan konstruktif dalam menjaga ketertiban dunia.

“Sebagai bentuk implementasi dari politik luar negeri kita yang bebas aktif dan tentunya amanat konstitusi untuk turut melaksanakan penketertiban dunia, Indonesia berharap untuk berperan sebagai honest broker, bukan sebagai aktor yang mengambil posisi terhadap salah satu pihak,” ujar Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto dalam konferensi pers, Jumat, 6 Maret 2026.

Lebih lanjut, Santo menjabarkan tiga langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah sebagai implementasi dari prinsip politik luar negeri bebas aktif tersebut.

Baca Juga: Program Lingkungan dan Sosial ANTAM Pongkor Berbuah Penghargaan, dari PROPER Emas hingga Subroto Award 2025

Pertama, pemerintah telah merilis pernyataan yang mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghentikan kekerasan dan segera menempuh langkah deeskalasi.

Ia mengatakan bahwa Indonesia telah menyampaikan seruan tersebut sejak konflik antara AS-Israel dan Iran meletus pada Sabtu (28/2).

Kedua, pemerintah juga mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan negara-negara di kawasan. Upaya ini dilakukan untuk mendorong dialog dan diplomasi, sekaligus menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator apabila dibutuhkan oleh pihak-pihak terkait.

Dalam hal ini, Santo mengatakan bahwa dalam kurun sepekan Menteri Luar Negeri Sugiono telah melakukan komunikasi melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X