Sabtu, 18 Juli 2026

Sidak ke Kantor Meta, Menkomdigi Beri Peringatan Keras soal Rendahnya Kepatuhan Platform Itu Tangani Konten DFK

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 6 Maret 2026 | 16:58 WIB
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI.  (Dok. Komdigi)
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI. (Dok. Komdigi)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti peringatan keras yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid terhadap platform Meta.

Hal itu disampaikan Meutya saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke kantor operasional Meta di Jakarta, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Langkah tegas ini merupakan respons langsung terhadap belum optimalnya penanganan konten di platform Meta, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Terkhusus, hal tersebut dalam membendung gelombang judi online, disinformasi atau hoax, fitnah, dan kebencian (DFK).

Baca Juga: Antam Narseri UBPE Pongkor dan Cadangan Bibit untuk Reklamasi Berkelanjutan

"Kenapa bagi isu-isu tertentu, self censorship dilakukan," kata Meutya sebagaimana dilansir dari postingan TikTok resminya, @duniameutya, pada Jumat, 6 Maret 2026.

"Tapi bagi hal-hal yang dinilai mengganggu di Indonesia, hoax terkait kesehatan dan pemerintahan, yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, itu kenapa lama?" sambungnya.

Isu Palestina Dinilai Cepat Dihapus

Dalam sidak ini, Menkomdigi memberikan peringatan keras atas rendahnya tingkat kepatuhan Meta terhadap regulasi nasional.

Baca Juga: Stabilkan Harga, KMP Tukangkayu Banyuwangi Gelar Pasar Murah, Sediakan Aneka Kebutuhan Pokok dengan Harga Terjangkau

Berdasarkan data pemantauan pemerintah, tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan konten judi online dan DFK di Indonesia berada di angka yang sangat rendah, yaitu hanya 28,47 persen.

Terkait hal itu, Meutya menyayangkan langkah Meta yang dinilai cepat membersihkan konten terkait Palestina, namun lemah saat memberantas gelombang konten DFK.

"Tapi kalau urusan Palestina, langsung hilang, tuh, kenapa bisa seperti itu, apa penjelasannya?" paparnya.

"Apa keberpihakan terhadap pengguna kita, (Informasi jumlah pengguna) itu juga kita tidak pernah dapat, kenapa tidak bisa terbuka," tegas Meutya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X