PORTALOKA.ID - Puluhan ribu guru madrasah swasta dan guru sekolah swasta masih menantikan kejelasan nasib mereka.
Hingga menjelang tahun 2025 berakhir, status mereka belum ada kepastian.
Padahal berbagai upaya sudah dilakukan agar pemerintah mengangkat guru madrasah swasta dan guru sekolah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Namun, tampaknya mereka harus lebih bersabar menanti.
Meskipun demikian, bukan berarti perjuangan guru madrasah dan sekolah swasta berakhir.
Dalam senyap, para petinggi organisasi guru terus memperjuangkan nasib puluhan ribu guru madrasah dan sekolah swasta.
Seperti yang dilakukan oleh Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI).
Kedua organisasi profesi guru ini terus bergerilya mendatangi para tokoh dan petinggi negeri.
Baca Juga: Kawal RUU Sisdiknas, PGSI Usul Agar Guru Indonesia Otomatis Diangkat jadi PNS
Tujuannya satu, agar pemerintah mengakomodir mereka seperti guru-guru di sekolah negeri.
Gabungan Organisasi Guru Bertemu Ketua KSPSI
Perjuangan organisasi profesi guru terus berlanjut. Mereka menemui sejumlah tokoh yang dianggap bisa membantu perjuangan mereka.
Terbaru, PGMM dan PGSI menggelar pertemuan dengan Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Moh Jumhur Hidayat.