"Itu saya kawal para ibu hamil sampai melahirkan, lalu mereka dua tahun ke atas, tiga tahun ke atas, saya rangkul lagi untuk masuk ke PAUD,” tuturnya.
“Dan saya mau relakan saya punya tenaga."
"Saya bilang, kalau saya tidak bisa berjalan, baru saya lepas mengajar, karena memang saya cinta mereka,” tegasnya.
Untuk menambah penghasilan selain gaji mengajar, Asnat juga bekerja sebagai petani."
"Setelah mengajar, ia pergi berkebun."
"Jika bukan musim asam, ia menanam jagung, ubi, atau pisang."
"“Untuk kami makan, kami bisa cari,” ujarnya.
Asnat pun berpesan kepada seluruh guru di Indonesia agar terus mengabdi demi masa depan anak-anak bangsa.
Baca Juga: Begini Tangis Haru Keluarga Eks Dirut ASDP Dengar Pengumuman Rehabilitasi dari Prabowo
“Mari kita tanamkan pendidikan yang kuat pada anak-anak kita dari dasar sampai SD, SMP, sampai SMA dan perguruan tinggi."