Menurutnya, pemetaan tersebut tidak seharusnya hanya berorientasi pada ketersediaan formasi secara administratif.
Ia menegaskan bahwa sekitar 172 ribu guru non-ASN tersebut perlu menjadi prioritas dalam proses penyelesaian persoalan tenaga pendidik. Sebab, mereka dinilai telah memiliki berbagai kualifikasi, termasuk pengalaman mengajar, sertifikat pendidik, hingga Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Baca Juga: Kemenag Sinkronisasi Data Guru PAI dan Guru Madrasah dengan Dapodik, EMIS dan BKN
Dorongan Regulasi yang Bersifat Permanen
Sementara itu, Ketua Forum Advokasi Guru Non-ASN Sekolah Negeri Indonesia, Ahmad Farus Nasution, berharap pemerintah segera menghadirkan kebijakan dan regulasi yang memberikan solusi permanen bagi para guru non-ASN.
FAGRI menargetkan proses pendataan hingga pengangkatan sekitar 172 ribu guru tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026, sehingga mereka dapat memperoleh status sebagai ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Kami berharap non-ASN seluruh Indonesia dapat diakomodasi melalui kebijakan dan regulasi yang akan diterbitkan oleh pemerintah," kata Ahmad.
Menutup keterangannya, Nur menegaskan bahwa kepastian status bagi guru memiliki kaitan langsung dengan keberlangsungan dan kualitas pendidikan bagi para siswa. Oleh karena itu, penyelesaian persoalan guru honorer harus menjadi bagian dari agenda besar pembangunan pendidikan nasional.***
Artikel Terkait
Telisik Kasus Karhutla yang Landa Riau, Picu Dugaan Kesengajaan Oknum untuk Buka Lahan Hortikultura
Istri Muda Gubernur Kalteng Disorot usai Dapat Seremoni Pribadi, Padahal Asap Karhutla Masih Bayangi Warga
Tutup Bulan Kemerdekaan, MI Bojongsari Ciamis Gelar Karnaval dan Jalan Sehat
Kemeriahan HUT Desa Mekarmukti Cisaga, Ada Jalan Sehat hingga Grup Band Utopia
Festival Podo Gelar Ngrembaka: Puncak Apresiasi dan Lokakarya Hasil Program Ngrembaka Aksara PPK Ormawa SGL PGSD UNNES di Kelurahan Podorejo
Oknum Polisi Surabaya Lakukan Pungli, Minta Transfer Rp1 Juta untuk Ambil Motor, Berujung Demosi
Terbongkar Setelah 7 Tahun Lamanya, Ini Jejak Uang Miliaran Vilmei yang Hilang Berujung Karyawan Masuk Bui
Pasangan Lansia di Pekalongan Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Gegara Dituduh Judol, Padahal Tak Bisa Baca Tulis dan Tak Punya HP
Boy Thohir Ungkap Peluang Besar bagi Talenta Muda, Ajak RI-China Perluas Kerja Sama di Sektor Pendidikan
Detik-detik Mobil Subaru Tabrak Truk di Area Jalan Tol Serpong-Cinere: Baru Masuk Arah BSD