Kompetensi tersebut merupakan kemampuan yang hingga saat ini tetap memerlukan pendampingan manusia.
UNESCO bahkan mengembangkan AI Competency Framework for Teachers yang mendorong guru menguasai AI secara bertanggung jawab, etis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sekadar penggunaan teknologi.
Dalam praktiknya AI dapat membantu guru:
- menyusun modul ajar;
- membuat asesmen;
- menganalisis hasil belajar;
- menghasilkan media pembelajaran;
- mengurangi beban administrasi.
Namun AI tidak memiliki:
- empati;
- intuisi pedagogis;
- kebijaksanaan moral;
- sensitivitas budaya;
- kemampuan membangun ikatan emosional.
Karena itu AI tidak dapat menggantikan hakikat guru sebagai pendidik.
Guru sebagai Agen Pembentuk Karakter
OECD melalui kerangka Learning Compass 2030 menjelaskan bahwa tujuan pendidikan masa depan bukan sekadar menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi manusia yang memiliki agency, tanggung jawab sosial, kesejahteraan, serta kemampuan menciptakan nilai baru bagi masyarakat.
Paradigma tersebut sangat selaras dengan filosofi "digugu lan ditiru". Guru menjadi figur sentral yang menghubungkan kecerdasan intelektual dengan kematangan karakter.
Di sinilah letak perbedaan mendasar antara AI dan guru.
AI mampu menghasilkan jawaban.
Guru membantu peserta didik menemukan makna.
AI mampu memberikan informasi.
Guru mengajarkan kebijaksanaan.
Artikel Terkait
5 Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia, Kemhan Ungkap Riwayat Penyakitnya
Latsar Calon Manajer Kopdes Jadi Sorotan, Kemhan Pastikan Pelatihan SPPI Berbeda dengan Pendidikan Militer untuk Prajurit
MI Bojongsari Sabet Gelar Juara Umum LKBB Tingkat Kabupaten Ciamis 2026, Pertahankan Tradisi Juara!
Apa Sebenarnya Tujuan Latsarmil? Latihan Dasar Militer yang Dinilai Wajib Diikuti Calon Manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP
Jejak Karier dan Pendidikan Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia Ahmad Najmi Shahab jadi Sorotan Warganet
BPJS Kesehatan Geser Pelayanan ke Berbasis Nilai Manfaat, Sasar Penanganan Jantung hingga Tekan Tren Caesar
Skandal Wafatnya dr. Icha Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi terhadap Dokter
Magang Nasional Buka Jalan Lulusan Baru hingga Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja, Penghasilan hingga Rp6 Juta
Promedia Group Gandeng Manava Collective Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat
Polisi Gelar Prarekonstruksi Kasus Taufik Hidayat, Penyekapan dan Penganiayaan Berat pada Kekasih di Bandung