Jumat, 12 Juni 2026

Perkuat Kompetensi dan Silaturahmi, MGMP PAI MTs se-Kabupaten Bondowoso Teguhkan Kurikulum Berbasis Cinta

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 12 Juni 2026 | 08:25 WIB
Silaturahmi MGMP PAI MTs Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Ist)
Silaturahmi MGMP PAI MTs Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Ist)

Tiga Poin Penting Pokjawas Kemenag Bondowoso

Dalam pemaparannya, Ketua Pokjawas Kemenag Bondowoso, Fausi Karim, mengawali sesi dengan mengabsen kehadiran para guru.

Baca Juga: Menilik Gaji Jogja dalam Dolar Amerika Berdasarkan UMK 2026, Hitung Gajimu Sekarang!

Ia menegaskan tiga poin krusial bagi masa depan pendidikan madrasah.

1. Pendidikan yang Kaffah

Fausi Karim menegaskan pentingnya guru agama memiliki kewajiban mendidik siswa secara menyeluruh (kaffah).

"Jika proses mendidik tidak sesuai dengan kompetensi dasarnya, maka peserta didik yang akan menjadi korbannya," tegasnya.

Baca Juga: Menyala PPPK! Legislator Minta Pemerintah Tak Pecat ASN Meski Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen

2. Kurikulum Merdeka dan Pendekatan "Berbasis Cinta"

Merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) terkait kurikulum, ia menjelaskan bahwa madrasah saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan "Berbasis Cinta", yang mencakup lima pilar utama (Panca Cinta):

- Cinta Allah

- Cinta Rasulullah

- Cinta Ilmu

- Cinta Alam

- Cinta Sesama

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X