PORTALOKA.ID - Pengurus Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PW PGMM) Provinsi Jawa Timur bersama jajaran Pimpinan Daerah (PIMDA) PGMM Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban menyampaikan aspirasi terkait Aksi Nasional SIAGA 2026 (Silaturahmi Akbar Guru Indonesia) kepada AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor KADIN Provinsi Jawa Timur tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PW PGMM Provinsi Jawa Timur, H. Tosari, S.Ag, didampingi Sekretaris PW PGMM Provinsi Jawa Timur, Galih R.A., S.Pd., Gr., Rabu, 6 Mei 2026.
Turut hadir perwakilan PIMDA PGMM dari berbagai daerah, yakni Abd Azis, S.Pd, Mohammad Nawawi, M.Pd., dan Abd. Ujud, S.Pd.I dari Lamongan; Niam Sofi, S.Pd dari Bojonegoro; serta Maskup, S.Pd dan Namrotul Robi’ah, S.Pd dari Tuban.
Dalam audiensi tersebut, PGMM menyampaikan aspirasi yang mewakili sekitar 638.000 guru madrasah swasta di seluruh Indonesia.
Aspirasi tersebut berisi tuntutan agar pemerintah memberikan keadilan, kesejahteraan, serta pengakuan yang setara bagi guru madrasah dan sekolah swasta dalam sistem pendidikan nasional.
Menanggapi hal tersebut, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta PGMM segera menyiapkan surat resmi yang memuat poin-poin tuntutan secara rinci.
Surat tersebut telah selesai disusun dan direncanakan akan disampaikan langsung kepada Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Achmad, S.H., M.H. selaku Wakil Ketua DPR RI guna memperoleh dukungan politik serta tindak lanjut di tingkat nasional.
PW PGMM Provinsi Jawa Timur berharap dukungan penuh dari Sufmi Dasco Ahmad terhadap SIAGA 2026 sekaligus mendorong percepatan realisasi aspirasi para guru melalui kebijakan yang konkret, adil, dan berpihak kepada guru madrasah maupun sekolah swasta.
Aksi Nasional SIAGA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026 sebagai momentum perjuangan bersama guru Indonesia dalam menuntut kesetaraan hak dan peningkatan kesejahteraan.
Ketua PW PGMM Jawa Timur, H. Tosari, S.Ag, menegaskan bahwa perjuangan tersebut merupakan langkah konstitusional untuk memperjuangkan hak-hak guru yang selama ini belum memperoleh perlakuan yang setara.
“Ini bukan hanya perjuangan organisasi, tetapi perjuangan seluruh guru madrasah swasta di Indonesia agar memperoleh keadilan dan penghargaan yang layak atas pengabdian mereka dalam mencerdaskan bangsa,” ujarnya.
Artikel Terkait
Dilecehkan Sejak 2020, Polisi Ungkap Alasan Korban Laporkan Oknum Kiai Cabul pada 2024
Lakukan Investigasi, Kemenkes Ungkap Kronologi Kematian dr Myta Aprilia Azmy
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan 3 WNI yang Diduga Jemaah Calon Haji Ilegal, Terungkap saat akan Terbang dari Bandara YIA
Ramai Isu 70 Dapur MBG Disebar di Lapas-Rutan Indonesia: Bagaimana dengan Tata Kelola yang Dinilai Masih 'Cacat'?
ICCN Dorong Persiapan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia Unesco
Bukan Cuma Guru Madrasah, Guru Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal juga Dapat TPG, Kemenag: Yang Sudah Memenuhi Syarat Pasti Dapat!
Menikmati Kuliner Khas Karawang yang Legendaris, Salah Satunya Sudah Ada Sejak Tahun 60-an
Pemandu Bagikan Momen saat Letusan Gunung Dukono, Ngaku Targetkan Foto Erupsi hingga Percikan Lahar
1.386 Kampung Nelayan Merah Putih Diresmikan Tahun Ini, Disediakan Pabrik Es hingga SPBN
252 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG, Makanan Ini Diduga jadi Penyebabnya