Minggu, 7 Juni 2026

Tak Sekadar Asrama Gratis, Sekolah Rakyat Asah Bakat Siswa Miskin Lewat Taekwondo dan Seni Tari

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB
Siswa Sekolah Rakyat SRMA 13 Bekasi raih juara Bekasi Open III Taekwondo Championship 2026 (Ist)
Siswa Sekolah Rakyat SRMA 13 Bekasi raih juara Bekasi Open III Taekwondo Championship 2026 (Ist)

Baca Juga: Cerita Raisa, Murid Sekolah Rakyat dari Keluarga Miskin, Kini Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler

“Aku senang hobi aku didukung banget sama Sekolah Rakyat. Semua difasilitasi, jadi tidak bayar sama sekali,” ujar salah satu siswa.

Kedisiplinan Menjadi Kunci

Di balik deretan prestasi tersebut, Kepala SRMA 13 Bekasi Lastri Fajarwati menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang masa depan bagi anak-anak yang sebelumnya termarginalkan.

“Tujuan Sekolah Rakyat ini sangat mulia. Negara hadir untuk masyarakat yang tidak mampu melalui bantuan jangka panjang. Anak-anak yang tadinya tidak punya peluang, kini memiliki kesempatan untuk sekolah seperti pada umumnya,” ujarnya.

Namun, proses tersebut bukan tanpa tantangan. Banyak siswa datang dari latar belakang kehidupan yang keras—terbiasa bekerja membantu orang tua hingga memiliki pola hidup yang belum teratur. Karena itu, pembinaan kedisiplinan melalui kehidupan berasrama menjadi kunci.

“Tidak hanya guru, ada juga wali asuh dan wali asrama yang mendampingi. Mereka hadir sebagai pengganti orang tua,” tambahnya.

Baca Juga: Nasib Guru Honorer Tak Pasti, Puan Minta Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik yang Telah Lama Mengabdi

Berani Bermimpi

Peran ini dijalankan salah satunya oleh wali asuh Arya Endang Purnama. Ia menekankan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak berhenti pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui pendampingan sehari-hari.

“Melalui mentoring, kami mengajarkan etika, perilaku, dan pembiasaan hidup, terutama dalam kehidupan berasrama dan berteman,” jelasnya.

Arya mengingat satu momen yang membekas, ketika seorang siswa mempertanyakan masa depannya.

“Ini pertama kalinya saya bertemu anak yang bertanya, ‘Emang saya boleh punya mimpi ya, Pak?’” ujarnya.

Menurutnya, perubahan terbesar yang terjadi bukan hanya pada prestasi, tetapi pada keberanian siswa untuk bermimpi dan tampil percaya diri.

“Saya berharap program Sekolah Rakyat ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata dia.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X