Senin, 15 Juni 2026

Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Putri Asal Boyolali Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 18 April 2026 | 07:03 WIB
Syifa Syafitri, siswa Sekolah Rakyat asal Boyolali, Jawa Tengah (Ist)
Syifa Syafitri, siswa Sekolah Rakyat asal Boyolali, Jawa Tengah (Ist)

PORTALOKA.ID - Melanjutkan pendidikan sempat tidak pernah terlintas di benak Syifa Syafitri, remaja putri asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sebab, dua tahun silam, ia terpaksa putus sekolah di kelas 8 SMP akibat keterbatasan ekonomi.

Ia mengatakan, penghasilan kedua orang tuanya tidak cukup untuk membawanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Saat ini, ayahnya bekerja sebagai pemulung, sementara sang ibu berjualan pakaian bekas.

Baca Juga: Tak Perlu Lagi Naik Bukit, Siswa-siswi SMPN 03 di Bima Kini Bisa Internetan di Sekolah

Syifa pun mengikhlaskan kondisi tersebut. Namun, di saat yang sama, ia juga terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk bekerja di sektor pertambangan, yang merupakan cita-citanya sejak dulu.

"Saya putus sekolah di tahun ajaran 2024, di kelas 8 menuju semester dua akhir karena ekonomi keluarga saya," jelas Syifa, dikutip Jumat (17/4).

Setelah tidak melanjutkan pendidikan, Syifa mengabdikan waktunya untuk keluarga. Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, ia merasa bertanggung jawab mengurus adik-adiknya serta membantu sang ibu memilih dan mencuci pakaian bekas untuk dijual.

"Nanti juga pas jualan baju juga sama ibu, berdua terus," tuturnya.

Baca Juga: Kisah Julio, Anak Yatim Sejak Bayi yang Sempat Putus Sekolah dan Hobi Tawuran Kini Terselamatkan Berkat Sekolah Rakyat

Namun kini, Syifa kembali memiliki harapan untuk meraih cita-citanya. Berkat program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ia dapat melanjutkan pendidikan kelas 8 di SR SMP 78 Sragen secara gratis.

Ia pun mengaku senang, bukan hanya karena bisa kembali bersekolah, tetapi juga karena mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.

Ia mengatakan, selama bersekolah di Sekolah Rakyat, ia memperoleh fasilitas makan gratis tiga kali sehari, kudapan gratis dua kali sehari, asrama gratis, serta satu unit laptop dan ponsel pintar.

"Seragam dan baju tidur serta baju untuk di asrama juga dikasih dari Sekolah Rakyat tanpa dipungut sepeser biaya apapun," jelas dia.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X