Rabu, 2 September 2026

FIPP UNNES Gandeng Pakar Universiti Malaya, Jajaki Kolaborasi Riset hingga Joint Supervision

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 20 Februari 2026 | 09:05 WIB
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNNES jajaki kolaborasi dengan Universiti Malaya, Malaysia (Ist)
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNNES jajaki kolaborasi dengan Universiti Malaya, Malaysia (Ist)

Baca Juga: Abah Geyot dan Bedug yang Kehilangan Jantungnya

Melalui presentasi berjudul "How to Assess Students’ Temperament Using Ancient Javanese Knowledge", ia menjelaskan bagaimana kearifan lokal Jawa dapat menjadi instrumen krusial bagi guru dalam merancang intervensi pendidikan karakter yang efektif.

Langkah Konkret Kolaborasi Internasional

Usai sesi akademik, agenda berlanjut pada pembahasan teknis mengenai perluasan kerja sama.

FIPP International Forum 2026 menjadi momentum bagi pimpinan FIPP UNNES untuk menjajaki peluang kolaborasi lebih dalam dengan Universiti Malaya dan UIN Salatiga.

Baca Juga: Miris, Cerita Guru Madrasah Swasta Tak Bisa Ikut PPPK: Hari Ini Diangkat Besok Pensiun pun Nggak Apa-Apa

Wakil Dekan Bidang Bisnis, Riset, dan Kerjasama FIPP UNNES, Siti Nuzulia, Ph.D., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menawarkan sejumlah skema kerja sama konkret kepada pihak Universiti Malaya.

"Kami menawarkan skema riset kolaborasi, penulisan artikel ilmiah bersama, visiting professor, hingga joint supervisor untuk mahasiswa pascasarjana," urai Siti Nuzulia.

Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat, kedua belah pihak akan segera merealisasikan program external examiner.

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepahaman bersama yang akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan dokumen kerja sama resmi (MoU/MoA).

Baca Juga: Beredar Skema Prioritas Pengangkatan PPPK Guru Madrasah Swasta, Benarkah? Ini Kata Kemenag

Sinergi lintas negara ini menjadi langkah konkret FIPP UNNES dalam mendukung pencapaian SDGs nomor 4 terkait pendidikan berkualitas serta nomor 17 dalam memperkuat kemitraan global demi akselerasi inovasi akademik di Asia Tenggara.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X