Surat Terbuka Guru Madrasah Swasta untuk Presiden Prabowo
Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) yang menjadi rumah besar guru madrasah seluruh Indonesia, melayangkan surat terbuka untuk Presiden Prabowo.
Dalam surat terbuka yang ditulis oleh Ketua Umum PGMM, Tedi Malik itu berisi keinginan para guru madrasah swasta untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
Mereka berharap, Prabowo mau mendengarkan aspirasi mereka, serta menindaklanjuti apa yang mereka sampaikan.
Baca Juga: Jika Tak Bisa Jadi PPPK dan PNS, Kemenag Sodorkan Solusi Ini untuk Kesejahteraan Guru Madrasah
"Kami, para guru madrasah swasta dari seluruh Indonesia, mendengarkan dengan penuh harap pernyataan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan bahwa pemerintah akan mendengar, mencatat, dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan dengan baik dan damai. Pidato Bapak adalah cahaya harapan bagi kami," kata Tedi Malik dalam surat tersebut, yang diterima Portaloka.id, Sabtu, 6 Desember 2025.
Guru Madrasah swasta juga mempertanyakan, mengapa hingga kini mereka belum diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung di hadapan Presiden.
"Namun, kami perlu bertanya dengan hati yang jujur: Mengapa kami belum juga mendapatkan ruang pertemuan langsung dengan Bapak Presiden untuk menyampaikan aspirasi kami?" lanjutnya.
Padahal kata Tedi Malik, pada 30 Oktober 2025 lalu puluhan ribu guru madrasah swasta dari berbagai penjuru Tanah Air datang ke Jakarta berharap dapat bertemu langsung dengan pemimpin yang mereka cintai, yakni Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Baru Sehari Dibuka, BGN Buka Rekrutmen PPPK Tahap 2 Besar-besaran dengan Total 32.000 Formasi
Namun sayangnya, harapan tinggal harapan. Hasrat untuk bertemu dengan orang Nomor 1 di Indonesia itu kandas.
Aspirasi dan harapan mereka pun akhirnya dititipkan kepada Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamen Sesneg) Juri Ardiantoro, sambil berharap akan sampai kepada Presiden.
"Pada 30 Oktober 2025, lebih dari 20.000 guru madrasah swasta dari berbagai daerah datang ke Jakarta, menyampaikan tuntutan secara tertib dan damai di depan Istana Negara, tepat di simpang Monas selatan. Perwakilan kami diterima oleh Wamen Sesneg di ruang penerimaan aspirasi dan disampaikan bahwa kami akan difasilitasi untuk bertemu Presiden. Namun kini, lebih dari satu bulan telah berlalu, belum ada kabar," tutur Tedi Malik.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di benak para guru madrasah, sesulit itukah untuk bertemu Presiden?
Artikel Terkait
Resep Sambal Baby Cumi Enak Mantap Bikin Nasi Ludes, Cocok untuk Ide Jualan Rp 20 Ribuan Auto Laris Manis
Hari Minggu Kumpul Keluarga Masak Sup Cumi Saja Bun, Enak Segar Bikin Nagih, Cek Resepnya di Sini Ya! Bikinnya Sat Set
Pembersihan Lumpur Terus Dipercepat di Aceh–Sumbar, Mobilitas Warga dan Distribusi Barang Mulai Lancar
Kapolri dan Menteri Kehutanan Bentuk Satgas Gabungan, Telusuri Misteri Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera
6 Rekomendasi Wisata Anak Populer di Yogyakarta, Cocok Dikunjungi saat Libur Natal dan Tahun 2026, Piknik Yuk
BGN Ungkap Alasan Pengurangan Penerima Manfaat yang Ditanggung SPPG, Singgung soal Batas Kuota hingga Larangan PHK