"Ia kemudian terdiam, fokus menyimak video yang memperlihatkan kenyataan pahit di lapangan usai berkata, "Tiap hari pakaian mereka basah, basah di ruang kelas".
Video itu turut memuat suara seorang anak sekolah yang memohon bantuan.
"Kami keseringan dihambat banjir di saat kami pergi ke sekolah."
"Dan kami mohon kepada Bapak untuk membangun jalan kami ini."
"Karena kami, kami terciksa kalau kami pergi ke sekolah," ujar sang anak di video.
Prabowo kemudian mengajak dan meminta para pemimpin dan elit negeri dan menyampaikan bahwa ada 300 ribuan jembatan penyeberangan yang perlu untuk diperbaiki agar bisa digunakan oleh para anak-anak sekolah di daerah terpencil.
Baca Juga: Prabowo Sebut Dunia Islam Harus Bersatu Hadapi Tantangan Global
"Saudara-saudara para elit Indonesia, para pimpinan ini… ada 300 ribu penyeberangan sungai, 300 ribu jembatan yang seperti ini."
"Angka-angka pertumbuhan sangat bagus. Tapi rakyat kita, tiap hari, anak-anak, kita tiap hari masuk sungai basah. Duduk di kelas basah, pulang kembali basah," ucapnya.
"Ini yang saya minta kita sebagai pengelola negara. Kita berpikir yang terbaik. Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu Satgas khusus, Satgas Darurat," sambungnya.
Ia juga meminta peran aktif generasi muda melalui universitas teknik untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dengan koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia untuk Palestina di Forum PUIC
Artikel Terkait
Lapor ke Prabowo, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Tunjangan Guru Naik dan Bonus Sudah Ditransfer Langsung
Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan untuk Siswa Pelosok, Tak Mau Anak-anak Pertaruhkan Nyawa untuk Pergi Sekolah
Sosok Umi Salamah yang Dedikasikan Rumah untuk Pendidikan, Tersentuh Pidato Prabowo: Beliau Keren!
Presiden Prabowo Sentil Orang Tua soal Siswa Nakal hingga Cerita Kepala Sekolah Berhentikan Anak Jenderal yang Banting Pintu
Cerita Guru NTT yang Akhirnya Jadi PPPK Seusai Videonya Ditanggapi Presiden Prabowo: Sampai Tidak Bisa Berjalan, Sa Baru Berhenti Mengajar