Ia mencatat perubahan signifikan pada kompetensi peserta dari awal hingga akhir pelatihan, meskipun diakui adanya keberagaman penguasaan materi.
"Secara mayoritas insyaAllah Bapak-Ibu siap. Sekolah sudah siapkan buku teks. Saya lihat sekolah sudah beli buku," ungkap Desi.
Bagi guru yang masih membutuhkan referensi, Desi memastikan ketersediaan modul KKA di ruang GTK yang diterbitkan Kementerian, serta panduan implementasi dari Puskurjar.
Ia berharap, setelah pelatihan selesai, akan terbentuk komunitas berkelanjutan untuk saling berbagi.
Tumbuhkan Percaya Diri dan Inovasi
Suwoto, guru SMP N 3 Banjarnegara yang juga peserta terbaik Fase D, berbagi kesan.
Baca Juga: Soal Isu Pemerintah Jegal Investasi SPBU Swasta, Menteri Bahlil Bilang Begini
Ia merasa pelatihan KKA tak sekadar menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk berinovasi menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.
"KKA bukan semata masalah materi, tapi menjadi satu sarana untuk terus belajar dan berkarya untuk meningkatkan pendidikan di Kabupaten Banjarnegara," ujar Suwoto.
Peserta Terbaik Tahap 1
Dalam penutupan tersebut, LPD LPK Indo Jaya juga mengumumkan peserta terbaik pelatihan KKA Banjarnegara Tahap 1.
Daftar Peserta Terbaik Tahap 1:
Baca Juga: Resep Telur Ceplok Saos Sarden ala Chef Rudy Choirudin, Masakan Hemat Rasa Mewah
Fase C (SD):
Artikel Terkait
Perkumpulan Guru Inpassing Nasional Ciamis Curhat ke Kantor Kemenag, Minta Agar Bisa Diangkat jadi PPPK atau PNS
PGMM Soroti Ketimpangan Regulasi yang Dianggap Diskriminatif Terhadap Guru Madrasah Swasta: Kami Menjerit Menahan Sakit!
Ratusan Siswa dan Guru di Klaten Laksanakan Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo
Surat Cinta Guru Madrasah Swasta untuk Presiden Prabowo: Jangan Lagi Ada Diskriminasi Terhadap Kami
Ada Sekolah Garuda, Guru Harap Anak Tidak Mampu Juga Bisa Kuliah di Luar Negeri