Karena, kuah soto dibuat menggunakan bumbu rahasia dan kaldu ayam.
Salah satu pembeli, Budi Wibowo menuturkan cita rasa Soto Umbul Bening tidak pernah berubah sejak dulu.
Pria asal Kecamatan Jogonalan itu mengaku sering mampir ke Warung Soto Umbul Bening bersama anaknya.
"Setiap saya jemput anak sekolah sering mampir ke sini. Bedanya di sini tidak menggunakan daging, tapi rasanya tidak kalah dengan soto yang lainnya, tetap enak," kata Budi Wibowo.
"Harganya murah meriah, cuma Rp 4.500 saja isinya banyak, sudah kenyang. Lauknya ada ayam goreng, tempe, tahu dan lainnya, enak pokonya," imbuh Budi.
Sementara itu, pengelola Warung Soto Umbul Bening, Yeti Novianti (42) mengatakan warung soto itu dirintis oleh neneknya, Mbah Simpen Bening.
"Soto Umbul Bening khasnya ya bening. Kuahnya tetap pakai daging tapi penyajiannya tidak."
"Ya dari dulu seperti ini penyajian soto," ungkap Yeti kepada Portaloka.id, Sabtu, 28 September 2024.
Yeti Novianti menceritakan dahulu saat neneknya berjualan soto bening pembelinya adalah para pelajar.
Banyak anak sekolah yang membeli karena harganya sangat ramah di kantong.
"Karena melayani anak-anak sekolah, harganya murah terjangkau."
"Sekarang harganya Rp 4.500 per porsinya, kalau daging ayam Rp 8 ribu, gorengan Rp 1 ribu. Kalau minumannya ada es teh, es jeruk, minuman kemasan juga ada," ucap Yeti Novianti.