Minggu, 19 Juli 2026

Wisata Petik Buah Melon di Perkebunan Betha Sutrisno Klaten, Boleh Mencicipi hingga Belajar Budidaya, Dibawa Pulang Cuma Bayar Rp 20 Ribu

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 07:17 WIB
Di perkebunan melon milik Betha Sutrisno ini, pengunjung bisa bebas memetik buah melon semua jenis. Perkebunan seluas 500 meter persegi ini berada di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Klaten. (Istimewa/ Portaloka.id)
Di perkebunan melon milik Betha Sutrisno ini, pengunjung bisa bebas memetik buah melon semua jenis. Perkebunan seluas 500 meter persegi ini berada di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Klaten. (Istimewa/ Portaloka.id)

PORTALOKA.ID - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terkenal memiliki banyak tempat wisata air.

Namun, tak hanya itu saja, Bumi Bersinar ini juga memiliki lokasi wisata edukasi yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Di Klaten, ada argo wisata petik buah melon yang patut untuk dicoba.

Di perkebunan melon milik Betha Sutrisno ini, pengunjung bisa bebas memetik buah melon semua jenis.

Baca Juga: Ratusan Warga Desa Ponggok, Klaten, Bancakan 3 Ton Semangka Hasil Panen Perdana Ponggok Agro Techno Park

Wisatawan juga boleh mencicipi buah melon langsung dari kebun sambil belajar tentang dunia pertanian.

"Sensasi pembeli langsung petik sendiri, sensasi yang dicari seperti itu biasanya."

"Keluarga bawa ibu anaknya dan makan ditempat boleh, dibawa pulang boleh."

"Harganya 20 ribu per kilo semua jenis," kata pemilik argo wisata melon, Betha Sutrisno.

Baca Juga: Rayakan HUT RI ke-79, Pengelola Umbul Pelem Klaten Sebar Uang Jutaan Rupiah Lewat Flying Fox, Ratusan Pengunjung Antusias untuk Rebutan

Di sana ada berbagai jenis buah melon dan tentunya berkualitas premium.

Satu kilogram melon jenis intanon hingga sweet bisa dibeli pengunjung dengan harga Rp 20 ribu.

Perkebunan seluas 500 meter persegi ini berada di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah.

Pengunjung yang datang biasanya berasal dari berbagai wilayah, di antaranya boyolali, Sukoharjo dan Yogyakarta.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X