Cara ini sudah dilakukan secara turun temurun.
Pembat aslinya adalah warga Kampung Siro, Desa Keden, Kecamatan Pedan.
Kepelan ini muncul pada tahun 1970an.
Namun, sekarang kudapan ini sudah bayak ditemukan di setiap sudut wilayah Klaten.
Kepelan sudah bayak ditemukan di setiap sudut wilayah Klaten. (Portaloka.id/Wulan Kurnia Putri)
Salah satunya yang ada di sebelah barat Pasar Tanjung, Juwiring.
Pedagang kepelan berjualan menggunakan gerobak setiap sore hingga malam.
Pedagang kepelan ini selalu ramai didatangi pembeli.
Harga kepelan pun juga cukup murah.
Biasanya orang-orang membeli Rp 5 ribu sudah mendapatkan kepelan hampir satu tas kresek.
Kepelan memiliki cita rasa yang gurih.
Biasanya kepelan disantap dengan sambal bawang.