Minggu, 19 Juli 2026

Kacab Disdik Jateng Buka Suara soal Peristiwa Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Klaten Tewas Diceburkan ke Kolam saat Ulang Tahun

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Selasa, 9 Juli 2024 | 15:49 WIB
Ketua Osis di SMAN 1 Cawas, Klaten, Jawa Tengah meninggal dunia karena tersetrum di kolam sekolah, Senin, 8 Juli 2024.   (Tim Portaloka.id)
Ketua Osis di SMAN 1 Cawas, Klaten, Jawa Tengah meninggal dunia karena tersetrum di kolam sekolah, Senin, 8 Juli 2024. (Tim Portaloka.id)

PORTALOKA.ID - Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jateng, Agung Wijayanto buka suara soal peristiwa Ketua Osis di SMAN 1 Cawas yang meninggal dunia karena tersetrum.

Hal ini disampaikan seusai melayat ke rumah duka, Selasa, 9 Juli 2024.

Seperti yang diketahui, Ketua Osis di SMAN 1 Cawas, Klaten, Jawa Tengah, FN, meninggal dunia karena tersetrum di kolam sekolah, Senin, 8 Juli 2024.

FN yang sedang berulang tahun diduga diceburkan ke kolam dan tersetrum listrik saat berpegangan pada kabel.

Baca Juga: Kronologi Tragedi Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Klaten Meninggal Dunia Tersetrum saat Ultah Ke-18

Menurut Agung, peristiwa yang menimpa FN merupakan sebuah kecelakaan.

"Ini sebenarnya kejadian di sekolah pada saat sedang libur, saya tau osis ini punya program kerja yang dijalankan, sehingga kegiatan yang dilaksanakan di sekolah ini normal kalau tidak ada kejadian tersebut," katanya.

"Namun karena ada satu peristiwa yang menyebabkan terjadinya peristiwa siswa meninggal, menjadi perhatian yang besar," ucapnya.

Agung mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada unsur-unsur perencanaan dan kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Gugatan Praperadilan Pegi Setiawan Dikabulkan, Instagram Polda Jabar Diserbu Warganet

Kejadian menceburkan FN ke kolam terjadi spontan karena sedang ulang tahun.

"Berdasarakn laporan tidak ada proses hukum pada siswa lain, karena ini sifatnya kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan," tambahnya.

Agung mengatakan peristiwa yang dialami FN jadi catatan bersama agar tidak terulang dikemudian hari.

"Ini jadi catatan kita semua. Kita harapkan jadi pelajaran bagi semua, satuan pendidikan untuk memastikan sarana prasana aman, meski kegiatan tidak pada agenda hari kerja tapi ada pendampingan," katanya.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X