Dalam sahari, warung ini bisa menjual 100 mangkok soto dan kare.
Kalau hari libur, bisa meningkat hingga 170 mangkok soto dan kare.
Para pembeli yang datang biasanya dari wilayah sekitar.
Namun, ada juga yang dari luar daerah.
"Ya pengunjung itu suka makan di sini karena bisa sambil melihat pemandangan sawah."
Baca Juga: Cara Membuat Soto Daging Tetelan ala Rumahan, Lezatnya Bikin Makan Makin Lahap
"Sebelah sana juga ada pemandangan gunung, yang sana perkampungan warga."
"Rencananya ini warung akan dilebarkan lagi agar pengunjung juga lebih nyaman," imbuhnya.
Beberapa pengunjung mengaku tertarik untuk menikmati sensasi nikmatnya soto ayam di warung ini karena bisa sambil nongkrong.
Menurut mereka, selain rasanya yang enak, porsinya juga pas.
"Dulu pernah ke sini tapi kehabisan, terus ke sini lagi pengen coba."
"Tempatnya asik sih, syahdu juga, makan soto pagi-pagi sambil lihat sawah, itu bisa lihat gunung juga."
"Lumayan ya bisa buat nongkrong juga ini. Harganya murah. Porsinya yang kecil buat anak saya pas, jadinya enggak mubazir," ucap Fauzy Oktaningrum, pengunjung asal Desa Bulan, Kecamatan Wonosari.
Artikel Terkait
Ide Jualan Nyegerin di Musim Hujan, Soto Daging Koya Kelapa Lezat Gurih dengan Kuah Hangatkan Tubuh
Diduga Korsleting Listrik, Dapur Jualan Soto Warga di Bantul Yogyakarta Hangus Terbakar
3 Fakta Kebakaran Rumah Warga di Bantul Yogyakarta, Hanguskan Dapur Soto dan Rugi Puluhan Juta
Rekomendasi Kuliner Boyolali, Menikmati Soto Balungan Ayam Bonus Pemandangan Sawah yang Syahdu
Bikin Kaget! Ular Piton 3 Meter Nongkrong Santai di Atas Meja Warung Soto Juwiring Klaten, Belum Makan Perut Masih Kempis