Kamis, 4 Juni 2026

Mencicipi Sate Kere Legendaris di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Rasanya Mantap Makan 1 Dijamin Gak Cukup

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Selasa, 11 Juni 2024 | 14:30 WIB
Sate kere legendaris di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sate Kere yang sering ditemukan biasanya terbuat dari jeroan sapi pengganti daging. (pariwisata.jogjakota.go.id)
Sate kere legendaris di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sate Kere yang sering ditemukan biasanya terbuat dari jeroan sapi pengganti daging. (pariwisata.jogjakota.go.id)

Sate Kere sudah ada sejak zaman kolonial.

Baca juga: Berenang di Kolam Renang Tepi Sawah, HTM Rp 10 Ribu di Kolam Candramaya dan Resort Klaten, Anda Bisa Melihat Pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu

Makanan ini biasanya disajikan kepada masyarakat yang tidak mampu untuk makan sate daging.

Sate Kere yang sering dijumpai biasanya berbahan dasar jeroan sapi.

Namun tak hanya sate gendut, Mbah Suwarni juga menyiapkan sate daging.

Harga yang ditawarkan terjangkau mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per tusuk.

Baca Juga: Wisata Air Baru Honduras di Klaten Jawa Tengah, Kaitkan Warga dan UMKM Lokal untuk Tingkatkan Perekonomian

Mbah Suwarni berjualan sate kere setelah orang tuanya merintisnya sejak tahun 1984.

Setiap hari Mbah Suwarni menjual 10 hingga 15 kilogram lemak dan daging sapi.

“Sejarah saya dan banyak suka duka selama berjualan sate kere di Pasar Beringharjo sampai saat ini saya sudah mempunyai pelanggan.”

“Mulai dari berpindah dari satu tempat ke tempat lain di pasar ini, hingga saya diberi izin untuk berjualan di pintu masuk ini.”

Baca Juga: Pertama di Klaten! Nonton Bioskop VR 3D di The Honduras, HTM Murah dan Semarak Hanya Rp 10 Ribu, Gasss Banter Yuk Nonton Bolo

“Pelanggan paling suka aromanya saat sate dibakar, katanya jadi ciri khas, dan menggugah selera,” kata Mbah Suwarni dikutip dari tarwisati.jogjakota.go.id.

Jika penasaran dengan sate kere, anda bisa datang ke Sate Kere Mbah Suwarni.

Mbah Suwarni berjualan setiap hari Senin hingga Minggu pukul 10 pagi hingga 4 sore. ***

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Sumber: pariwisata.jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X