Kamis, 4 Juni 2026

Pengrajin Camilan Brondong di Tulung Klaten Untung Banyak, Berkah Melimpah Momen Tradisi Sadranan Jelang Ramadhan

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Kamis, 27 Februari 2025 | 14:27 WIB
Produsen brondong di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendapat berkah melimpah di momen tradisi sadranan.  (Tim Portaloka.id)
Produsen brondong di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendapat berkah melimpah di momen tradisi sadranan. (Tim Portaloka.id)

KLATEN, PORTALOKA.ID - Produsen brondong di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendapat berkah melimpah di momen tradisi sadranan.

Biasanya, warga melakukan tradisi sadranan sebelum datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Momen tradisi sadranan jelang Bulan Ramadhan, banyak warga mencari brondong sebagai pelengkap makanan.

Tentunya, momen sadranan jadi berkah untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengan atau UMKM.

Baca Juga: Toring Soto Garing Bu Yati di Delanggu Klaten, Sepiring Cuma Rp 6 Ribu Dapat Topping Ayam Suwir, Enak Murah Banyak

Brondong merupakan makanan tradisional yang terbuat dari gabah ketan.

Proses pembuatan brondong cukup mudah.

Gabah ketan dikukus lalu disangrai.

Setelah gabah ketan mengembang lalu dilakukan penyaringan.

Baca Juga: Pengrajin Panggangan Sate di Ceper Klaten Alami Peningkatan Permintaan hingga 30 Persen Jelang Hari Raya Idul Adha 2024

Setelah itu diberi gula jawa dan dibentuk sesuai ukuran.

Salah satu produsen brondong, Eko Yulianto mengatakan permintaan brondong pada momen sadranan meningkat 100 persen.

Kalau hari biasanya produksi 5 kilogram, kini menjadi 10 kilogram.

Bahkan, di momen tradisi sadrnan kali ini, dalam sehari Eko Yulianto mendapat untung Rp 200 ribu.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X