Sabtu, 18 Juli 2026

PGMM Siap Kepung Gedung DPR, Suarakan 2 Tuntutan Guru Madrasah Swasta, Salah Satunya soal PPPK

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 10 April 2026 | 09:43 WIB
PGMM ajak guru madrasah swasta sampaikan aspirasi di depan gedung DPR RI pada 20 Mei 2026 (Portaloka.id/Arman)
PGMM ajak guru madrasah swasta sampaikan aspirasi di depan gedung DPR RI pada 20 Mei 2026 (Portaloka.id/Arman)

PORTALOKA.ID - Puluhan ribu guru madrasah swasta dan sekolah swasta akan menggelar aksi unjuk rasa.

Aksi bertajuk Silaturahmi Akbar Guru Indonesia (SIAGA) ini akan digelar pada 20 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Siti Munadliroh, SE. mengatakan unjuk rasa akan digelar di depan Gedung MPR/DPR RI, Jakarta.

Sekjen PGMM yang akrab disapa Nanding ini mengungkapkan, diperkirakan sebanyak 20 ribu guru madrasah swasta dan guru sekolah swasta akan mengikuti aksi tersebut.

Baca Juga: Usulan 630 Ribu PPPK Guru Madrasah Swasta Ditolak Menpan RB, PGMM Sampaikan Pernyataan Sikap: Negara Jangan Diskrimiatif!

"Diperkirakan sekitar 20 ribu guru yang akan bergabung dalam aksi kali ini," jelas Nanding kepada Portaloka.id, Jumat, 10 April 2026.

"Saat ini sudah ada beberapa organisasi profesi guru yang bergabung, di antaranya PGMM, PBPGSI, FGSNI, GM PRO, FKSS Jateng, IGSS PLPG, FGIM, PTHMI, dan FGHM," sambung dia.

Lebih lanjut Nanding mengatakan, Silaturahmi Akbar Guru Indonesia bertujuan untuk meminta pemerintah agar memberikan afirmasi kepada guru Indonesia terutama guru madrasah swasta.

Salah satu tuntutan utama adalah meminta agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga: FGSNI Bakal Kepung Kantor Kemenpan RB, Perjuangkan Regulasi PPPK Guru Madrasah dan Sekolah Swasta

"Tuntutan kami adalah PPPK-an guru madrasah swasta dan sekolah swasta dengan mempercepat amandemen UU ASN atau membuat regulasi baru," tegasnya.

Di samping itu, mereka juga menuntut agar pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru Indonesia.

Nanding menegaskan, mereka akan tetap bertahan di depan gedung DPR jika tuntutan para guru tak digubris.

"Kami akan camping (di depan DPR) dan melakukan aksi-aksi sampai tuntutan dipenuhi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X