PORTALOKA.ID - Pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait usulan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menimbulkan reaksi dari guru madrasah swasta.
Dalam rapat kerja dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR RI, Selasa, 12 Maret 2026, Menpan RB, Rini Widyantini menanggapi usulan formasi PPPK guru madrasah swasta.
Dalam raker tersebut Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Kemenag telah mengusulkan 630.375 formasi PPPK guru madrasah swasta.
"Kementerian Agama telah mengusulkan 630.375 formasi pegawai ASN kepada Kementerian PAN RB bagi guru madrasah negeri dan swasta termasuk 31.629 guru madrasah swasta yang memiliki skor di atas passing grade pada seleksi PPPK 2023," kata Nasaruddin Umar.
Menanggapi usulan tersebut, Menpan RB, Rini Widyantini menyatakan pihaknya tidak bisa memberikan formasi untuk guru madrasah swasta.
Rini beralasan, pengangkatan PPPK guru madrasah swasta tidak diatur dalam Undang-Undang ASN.
"Undang-Undang ASN memang tidak memberikan itu, saya tidak bisa memberikan formasi untuk sekolah swasta, karena ini hanya untuk sekolah negeri," ujar Rini.
Pernyataan Menpan RB Bikin Guru Madrasah Swasta Kecewa
Pernyataan Menpan RB menuai reaksi keras dari guru madrasah swasta.
Baca Juga: Jawaban Mengejutkan Menpan RB Terkait Usulan PPPK Guru Madrasah Swasta
Perkumpulan Guru Madrasah Swasta (PGMM) sebagai organisasi profesi guru, menyampaikan kekecewaan atas pernyataan Menpan RB.
Sekretaris Jenderal PGMM, Siti Munadliroh menyatakan bahwa pernyataan tersebut sebagai bentuk diskriminasi terhadap guru madrasah swasta.
"Ini bukti nyata diskriminasi terhadap guru madrasah swasta yang dilakukan Mempan RB. Madrasah adalah pilar penting dalam pendidikan di Indonesia, jasa dan kontribusi terhadap negara selama puluhan tahun tidak dianggap," tegas Siti Munadliroh, kepada Portaloka.id, Sabtu, 14 Maret 2026.
Artikel Terkait
Yuk Libur Lebaran 2026 ke di Prambanan dan Borobudur, Bisa Piknik Bareng Robot hingga Foto Pakai Baju Tradisional di Area Candi
Info Tempat Ngopi Mase! Menikmati Kopi Poci ala Kedai Aroma Batavia Pedan Klaten di Bangunan Tua Klasik Sambil Makan Nasi Kebuli Kambing
Bupati Ciamis Tekankan Kesiapsiagaan Jelang Idul Fitri 2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Pengamanan Arus Mudik
Promedia Group Jalin Kolaborasi dengan ICCN, Wujudkan Kemandirian Para Pelaku Ekonomi Kreatif di Seluruh Indonesia
Tarawih Keliling Pamungkas, Bupati Herdiat Sunarya Ajak Masyarakat Ciamis Perkuat Kebersamaan
Seskab Teddy Minta Dukungan Ortu demi Bantu Batasi Akses Medsos ke Anak di Bawah 16 Tahun
SPPG Cikole Sukabumi Akhirnya Angkat Bicara usai Viral Menu MBG Berisi Ikan Nila yang Mentah dan Berbau
Belajar dari Konflik Rusia-Ukraina, APBN Masih Bisa Terjaga di Tengah Memanasnya Timur Tengah
Prabowo Minta Jajarannya Kaji Skenario WFH dan Pengurangan Hari Kerja Warga RI untuk Tekan Konsumsi BBM Jika Krisis Terjadi