Dikatakan Asnawi, saat kejadian warga yang melihat tidak bisa segera lakukan evakuasi.
Pasalnya, gorong-gorong tertutup dengan beton.
Disamping itu debit air cukup tinggi dengan kedalaman sekitar 2 meter.
2. Evakuasi Dramatis
Proses evakuasi berjalan dramatis, dengan melibatkan alat berat untuk mengangkat beton yang menutup gorong-gorong.
Kasubsi Operasi Kantor Basarnas DIY, Asnawi mengatakan pihaknya menerjunkan alat berat, Ekskavator pada Senin, 16 Desember 2024 pagi.
"Penggunaan alat berat karena evakuasi dari semalam hingga dini hari tidak mudah. Sudah dicoba dengan manual tapi ternyata tidak terangkat betonnya. Akhirnya diputuskan gunakan alat berat pagi ini," kata Asnawi.
Asnawi bilang, penggunakan alat berat ini berdasarkan pertimbangan semalam yang tidak membuahkan hasil dari evakuasi manual.
"Penggunaan alat berat pagi ini atas pertimbangan kondisi semalam. Terkendala karena debit air cukup tinggi dan tertutup dari sisi gorong-gorongnya. Tidak ada celah observasi," ujar Asnawi.
Dikatakan Asnawi tubuh korban ditemukan tak jauh dari lokasi hanyut, sekitar 100 meter ke arah barat.
"Dari kemarin malam hingga saat ini baru bisa pemantauan di titik mencurigakan. Temuannya juga di lokasi yang mencurigakan semalam," terang Asnawi.
3. Identitas Korban
Berdasarkan keterangan polisi, korban memiliki ciri fisik tinggi badan 160 sentimeter.