YOGYAKARTA, PORTALOKA.ID – Setiap sudut Jogja memang Istimewa.
Mulai dari wisata alamnya, hingga potensi budaya di setiap wilayahnya.
Salah satunya Kabupaten Gunungkidul yang terkenal dengan pantai pasir putihnya.
Namun, terdapat keunikan lain dari wilayah ini yang jarang diketahui banyak orang.
Yap, Kampung Hindu namanya, sebab kampung ini dihuni oleh masyarakat yang mayoritas beragama Hindu.
Kampung Hindu terletak di Padukuhan Kaliwaru, Kelurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Jika tertarik untuk mengunjunginya, setidaknya pengunjung membutuhkan waktu 1,5 jam untuk sampai kesana.
Dusun yang berjuluk Kampung Hindu ini juga memiliki suasana yang hampir mirip dengan Bali, sebab terdapat sebuah pelinggih yang dililit kain poleng di setiap pekarangan rumah warga yang beragama Hindu.
Baca Juga: Bidan 77 Tahun Jadi Tersangka Perdagangan Orang di Yogyakarta, Harga Bayi Laki-laki Capai Rp85 Juta
Setiap selesai memasak, umat Hindu diwajibkan memberikan penghormatan di depan pelinggih.
Fungsinya untuk menghaturkan rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan untuk melindungi rumah dari marabahaya.
Agama Hindu di dalam ajaran dan kitab sucinya, tidak ada perbedaan antara di Jawa dengan di Bali.
Namun, yang membedakan hanya budayanya saja.
Artikel Terkait
3 Rekomendasi Studytour Sejarah Wisata Jogja, Ada Ullen Sentalu hingga Musem Sonobudoyo
Hidup di Negeri Dongeng dengan HTM Rp30 Ribu di Ibarbo Park, Wisata Jogja Terbaru Penuh Edukasi
Candi di Atas Bukit, Keraton Ratu Boko Tawarkan Sunset Terindah dari Yogyakarta, Harus Masuk List Wisata Libur Natal dan Tahun Baru
7 Fasilitas Wisata Keraton Ratu Boko di Sleman Yogyakarta, Ada Tontonan Kesenian hingga Permainan Tradisional
Heritage Lovers Akan Disambut Kesenian Srandul saat Kunjungi Keraton Ratu Boko di Sleman Yogyakarta, Gunakan Alat Musik Utama Lesung
Rute, HTM dan Jam Operasional Keraton Ratu Boko di Sleman Yogyakarta, Lengkap dengan 3 Spot Menariknya
Pesona Taman Sari Yogyakarta, Wisata Sejarah dengan Bangunan Arsitektur Kuno Sejak Jaman Hamengkubuwono 1