berita

Kasus Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Ungkap Pembayaran US$4.500 hingga Tambahan US$1.000 per Jamaah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:36 WIB
Ustadz Khalid Basalamah memberikan keterangan dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang menyeret mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas (Instagram @khalidbasalamahofficial)

Baca Juga: Agrowisata Petik Semangka Gegempalan Ciamis, Pengunjung Bisa Panen Langsung dari Kebun

Ia juga menyebut dirinya termasuk dalam daftar 122 jamaah yang diberangkatkan saat itu. Menurut keterangannya, 121 jamaah telah melunasi visa furoda kepada Uhud Tour.

Pembayaran dari para jamaah, kata Khalid, terlebih dahulu dikumpulkan oleh Uhud Tour sebelum dipindahkan ke PT Muhibbah.

"Dan uang jamaah kami 121 orang itu duitnya sudah dicollect oleh Uhud Tour sebelum digeser ke Muhibbah?" tanya jaksa KPK.

"Betul," jawab Khalid.

Baca Juga: 92 Siswa di Cisarua Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit usai Muntah-Muntah

Ada Tambahan US$1.000 untuk 37 Jamaah

Dalam persidangan yang sama, jaksa KPK mengungkap adanya pembayaran tambahan US$1.000 per jamaah untuk 37 orang dari Uhud Tour. Jika dikonversi menggunakan rata-rata kurs 2024, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp15,8 juta per orang.

Khalid menjelaskan, permintaan tambahan itu muncul setelah stafnya menanyakan kepastian keberangkatan sejumlah jamaah yang namanya belum keluar.

"Selanjutnya di sini kami menemukan ada informasi bahwa Ibnu Mas'ud minta tambahan uang 1.000 dolar AS per pax untuk 37 orang Uhud Tour, itu seperti apa ceritanya?" tanya jaksa KPK.

Khalid mengatakan, saat itu 37 jamaah tersebut belum mendapatkan kepastian nama dari PT Muhibbah.

Baca Juga: Hari Santri 2026 di Gegempalan Ciamis Berlangsung Meriah, 600 Peserta Ikuti Kirab Santri

"Iya. Itu karena 37 itu belum keluar namanya waktu itu menurut PT Muhibbah. Jadi staf kami mem-follow up, 'Ini kenapa masih ada jamaah yang belum jelas, belum keluar namanya?' Kata dia, 'kalau mau keluar ya bayar tambah 1 orang 1.000 dolar'," tutur Khalid.

Ia mengaku sempat melakukan negosiasi karena mempertanyakan alasan adanya biaya tambahan bagi jamaah tersebut.

"Maka kami sempat negosiasi awalnya, kenapa kok harus bayar? Kenapa nggak sama aja yang lainnya? Karena kan ini sama jamaahnya. Ya kalau mau silakan, kalau nggak mau ya berarti akan sulit maksudnya yang 37 itu. Maka kami terpaksa membayar itu," jawab Khalid.

Halaman:

Tags

Terkini