PORTALOKA.ID - Perubahan desil membuat sekelompok masyarakat dari pedagang kecil hingga mahasiswa, tak lagi mendapatkan bantuan sosial (bansos) di tahun 2026 ini.
Secara umum, desil merupakan sebuah metode untuk membagi distribusi data ke dalam 10 kelompok yang sama besar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adiningar Widyasantri menyebut pihaknya menggunakan desil untuk mengelompokan keluarga penerima manfaat (KPM).
Hal itu berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan atau karakteristik sosial ekonomi.
Baca Juga: Cara Cek Bansos September 2026 dengan NIK, Warga Desil Berapa yang Bisa Ikut?
"Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan," kata Amalia dikutip dari keterangan resminya, pada Senin, 28 September 2026.
"(Hal itu) bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," tambahnya.
Artinya, keluarga dalam satu kategori desil tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.
Apa Saja Sebenarnya Pertimbangan Desil?
Berdasarkan keterangan BPS, pemeringkatan desil mempertimbangkan karakteristik sosial ekonomi.
Baca Juga: Kabar Baik! Mulai 2027 Guru Honorer Boleh Digaji Pakai BOS, Bisa Ikut Tes CPNS dan PPPK
Hal itu seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.
Diketahui, BPS mempertimbangkannya menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT), untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.
Hasilnya, desil dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga, yaitu: