“Pada saat itu, saya selesai berbicara dan langsung mendapat telepon. Saya ingin menjelaskan ke anak saya, si Nuha, bahwa ‘Papi ini lagi dalam pertengahan rapat, nanti setelah selesai Papi akan telepon’. Jadi, saya menghibur pada saat itu, saya sempat bercanda, mungkin lidah saya mengeluarkan dari mulut saya itu sambil mengajak bercanda si Nuha,” jelas Moreno.
“Gestur tersebut terjadi spontan dalam percakapan kami sebagai ayah dan anak,” tutur politisi dari Partai Gerindra tersebut.
Baca Juga: Dari Alun-Alun Ciamis, Gerakan Gemar Didorong Jadi Budaya Hidup Sehat
Tidak Bermaksud Melecehkan Persidangan
Moreno juga menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menyepelekan maupun melecehkan jalannya persidangan saat itu.
“Saya menghormati ruang sidang, lembaga DPR RI, partai yang menaungi saya, dan terutama masyarakat yang saya wakili. Kepercayaan yang diberikan kepada saya adalah amanah yang harus saya jaga,” terangnya.
“Sekali lagi saya bersama Noorani, istri saya, memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada bermaksud hati kami atau hati saya pada saat kerja untuk melecehkan persidangan Dewan yang terhormat. Mohon maaf apabila dirasa di situ memperlihatkan, menyepelekan ataupun memberikan rasa yang tidak hormat,” akunya.
Baca Juga: Kronologi Kasus Aniaya Balita di Palembang, Bermula saat Pengasuh Suapi Korban Sambil Main HP
Mengenai kritik yang dialamatkan untuknya, Morenk berjanji akan menjadi pelajaran berharga ke depan.
“Terima kasih atas setiap kritik dan pengingat yang disampaikan. Bismillah, semoga ini menjadi pelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri, baik dalam menjalankan amanah maupun dalam peran saya sebagai suami dan ayah,” tukasnya.***