Basarnas Banten menyebut, apabila ada informasi temuan material terkait kapal Arupadhatu 1 beserta penumpangnya, operasi SAR dinyatakan bisa dibuka kembali.
Al Amrad menuturkan, penyampaian informasi keseluruhan kapal yang melintas Selat Sunda akan terus dilakukan.
Baca Juga: Penjelasan Dokter RSCM soal Siswi Karo Diduga Hilang Ingatan Akibat Keracunan MBG
Di samping itu, para nelayan hingga masyarakat yang mengetahui informasi terkait Arupadhatu 1, dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat maupun ke pihak Basarnas Banten.
"Kami juga sudah menyampaikan e-broadcast, ke seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Termasuk pencarian ke pulau-pulau tersebut (sekitar Selat Sunda)," beber Al Amrad.
"Kami akan memperkuat lagi dengan e-broadcast, jika ada informasi atau temuan, tentu akan kami tindak lanjuti," tandasnya.
Berkaca dari hal itu, kasus hilangnya kapal cepat Arupadhatu 1 dengan 8 penumpangnya hingga kini masih menjadi misteri.
Warga Carita Gelar Doa Bersama
Sebelumnya, ratusan warga dari sejumlah kampung di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten sempat menggelar doa bersama di posko SAR Basarnas, Pantai Marina Carita, pada Jumat, 11 September 2026 malam.
Kala itu, suasana haru juga terlihat ketika keluarga awak kapal yang ikut dalam perjalanan bersama 5 jurnalis dalam kasus tersebut, juga terlihat hadir di lokasi.
Sejumlah anggota keluarga terlihat menahan kesedihan hingga meneteskan air mata.
Dalam kesempatan itu, Ketua RT setempat, Adhari mengatakan kegiatan tersebut awalnya tidak direncanakan sebagai kegiatan besar.
Baca Juga: Dampak Tragis Karhutla, BKSDA Kalsel Ungkap 12 Bekantan Mati Terbakar di Kalimantan Selatan
Warga secara spontan berinisiatif datang setelah mengetahui proses pencarian masih berlangsung.