“Kalau sudah basi, terjadi berbagai macam faktor-faktor dan setelah kita lihat pada saat di lapangan, kita ambil sampel dan sebagainya, memang ada yang mengandung berbagai macam alflatoksin, dan sebagainya. Itu karena proses degradasi dari makanan itu,” terang Taruna.
Lebih lanjut, SOP yang diberikan BPOM berupa cara menyiapkan makanan, penyajian, hingga proses pendistribusian.
Baca Juga: Menantang Kepala BGN Rombak Dapur MBG: Kecilkan Dapur, Perluas Kesempatan Rakyat
Sanksi SPPG yang Tak Jalankan SOP
Dalam kesempatan yang sama, Taruna juga mengungkapkan bahwa perlu adanya pengawasan dan penindakan ketat pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tak memenuhi SOP.
“Jadi, rekomendasi kami yang pertama, tentu bagi SPPG yang tidak mampu menjalankan SOP dengan baik, kami rekomendasikan selain ada yang disuspen, juga ada yang mungkin ditutup,” tegas Taruna.
Namun, proses tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dan itu yang akan melaksanakan tentu adalah BGN, kami cuma merekomendasikan,” tukasnya.***