Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan bahwa keracunan diduga berasal dari makanan pangsit isi tahu.
Dugaan tersebut muncul karena saat dikonsumsi, makanan tersebut memiliki rasa yang sedikit masam.
Baca Juga: 1.780 SPPG Pelaksana MBG Disetop Sementara, Kepala BGN Ungkap Alasannya
“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa,” kata Ani kepada awak media.
Update Kondisi Korban Dugaan Keracunan
Ani menambahkan bahwa ada 252 siswa yang melaporkan mengalami gejala keracunan.
252 siswa tersebut banyak berasal RA Al Latifiyah, SD Negeri Cakung Timur 01, SD Negeri Ujung Menteng 02 dan 03, MI Al Adawiyah, MI Al Wathoniyah serta MTs Al Adawiyah.
“Yang mengakses faskes sejumlah 188 dan yang dirawat hingga Sabtu ada 26 (orang),” jelasnya.
Baca Juga: Soal Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi untuk MBG, Kepala BGN Bilang Begini
Para siswa tersebut dirujuk ke sejumlah rumah sakit, yakni RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja.
Sementara sebagian siswa lainnya menjalani rawat jalan di Puskesmas karena gejala ringan yang ditunjukkan.
Dinkes Jakarta juga menyebut bahwa SPPG Pulogebang 15 beroperasi sebagai salah satu dapur MBG sejak 31 Maret 2026 lalu.
Sebelumnya, kasus keracunan juga menimpa 72 siswa Jakarta Timur di daerah Pondok Kelapa pada 2 April 2026 lalu.
Sampai berita ini diturunkan, pihak SPPG Pulogebang 15 belum bersuara dan mengunci private akun Instagram resminya.***