Ia sempat menjalani pengobatan mandiri sampai pada 31 Maret 2026, kondisinya masih demam, batuk, dan pilek.
Meski merasa sakit, dr Myta diketahui tidak melapor pada dokter pendamping.
Kemudian pada 1 April 2026, dr Myta mengirim voice note kepada temannya, menceritakan bahwa dirinya mengalami demam panas tinggi
Baca Juga: BRI Dukung Proses Hukum usai Kejati DKI Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Kredit KoinWorks
Dalam pemaparan Kemenkes, dr Myta juga sempat merayakan ulang tahun, tapi karena kesehatannya pulih, ia harus diinfus.
“Di tanggal 13 April 2026 ini hari ulang tahun dr MAA. Jadi, dia mendapatkan infus setelah jaga malam dan di IGD dipasang infus. Itu dr MAA diinfus oleh dokter jaga,” kata Rudi sambil memutar video potong tumpeng ulang tahun dr Myta dengan selang infus di tangan.
Mengirim Voice Note kepada Rekan Sejawat, Minta Gantikan Jadwal Jaga
Tanggal 15 April 2026 pagi, dr Myta mengirim voice note ke salah satu temannya sesama dokter magang untuk minta tolong menggantikan jadwal jaga.
“Terdengar napasnya sudah agak sesak,” ujar Rudi.
Dalam rekaman audio, terdengar dr Myta meminta dokter magang A untuk menggantikan jadwal pagi dan jadwal malam akan digantikan oleh dokter magang R.
“Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misa kamu bisa. Hari ini saja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin. Aku nggak bisa, nggak kuat Astri,” ucap dr Myta dengan terbata.
Dokter Myta Tak Bisa Dihubungi Keluarga, Ditemukan Linglung di Kos
Keluarga mulai tidak bisa menghubungi dr Myta pada 15 April 2026 dan meminta bantuan dokter lain untuk memastikan keadaannya.
“Dokter MAA ditemukan dokter F di bawah tangga, jadi di kos ada ada tangga dan di bawahnya sedang berdiri dalam kondisi linglung,” tutur Rudi.